harrypotterindonesia.com
February 09, 2010, 03:48:17 AM *
Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Login with username, password and session length
News: Selamat datang di Forum HPI yang baru. Silahkan melakukan Registrasi untuk ikut berdiskusi di forum ini. Mari kita jaga Forum ini bersama.
 
   Home   Help Search Login Register  
Pages: [1] 2
  Print  
Author Topic: DEMENTORS STRIKE AGAIN!  (Read 2116 times)
yovano
Guest
« on: December 10, 2007, 06:18:07 AM »

Genre: Humor
Rating: PG
Cerita: Sekuel kisah Serphent si Dementor dari FF yang berjudul Dementor’s Story
Sumber: Buku kelima (dengan sedikit modifikasi) ^_^
Disclaimer: Biasalah, segala sesuatu yang berhubungan dengan Harry Potter adalah milik Tante Rowling. Saya hanyalah fans ikut-ikutan nulis fanfic.


Untuk keluarga kecilku di asrama Hufflepuff, tempatku berdiam dan tertawa.
============================================


DEMENTORS STRIKE AGAIN!

By Vahn



 

Serphent sedang mengawasi dengan geram sel nomor 113 di penjara sihir Azkaban yang dingin dan gelap. Dia diberi tugas menjaga salah satu penjahat paling narsis di dunia sihir, David Koperpelit. Dari balik jeruji besi, si Tahanan bukannya takut kepada sang Dementor, melainkan cengar-cengir manja. Kedua pipinya terlihat agak merona.

“Bang Dementi kok liat-liat saya seperti itu? Saya jadi malu...” ujarnya sambil cepat-cepat menutup wajahnya dengan kedua tangannya, namun masih sempat menyisakan sedikit celah untuk mengintip.

Si Dementor memang sudah jengkel dengan sikap tahanan yang satu ini. Sudah beberapa kali dia memarahi David karena sikapnya yang bikin eneg itu. “Kamu itu jangan terlalu ke-GR-an ya! Ntar kuKecup baru tahu rasa!” umpatnya. Namun karena David tidak mengerti bahasa Dementor, yang didengarnya hanyalah desisan,  “was... wis... wus... syaaalaaahhh syammmbuuunggg... heeehhheeehheee...”

David menurunkan tangannya dari wajah dan mendekat sedikit ke arah jeruji, menatap Serphent yang berada di luar.

“Haduh Abang ini dari tadi bicaranya aneh melulu. Ngomong apa sih? Kurang jelas, habis Abang ngomongnya kayak ular lagi sariawan gitu.”

“Shhhuuu...saaahhhh...bheeetheee...aahhhh...ghheeeellliiii....” desis Serphent berapi-api. Kira-kira yang dia bilang seperti ini: “Kurang ajar lu, ngatain gua ular lagi sariawan! Gua kan cuma menderita bibir pecah-pecah. Minum larutan penyegar juga sembuh tau!!!”

“Nah, itu lagi! Ngomongnya nggak karuan gitu! Benci Aku!” rengut David.

Sang Dementor mengaruk kerudungnya dengan tangannya yang licin dan berkeropeng, kesal karena amarahnya tidak bisa dimengerti oleh David. Rupanya David tidak tahu bahwa fatal akibatnya jika membuat Dementor marah.

“Oke, cukup sudah. Aku tidak tahan lagi,” batin Serphent. “Aku akan melakukan Kecupan padanya walau tanpa ijin resmi!”

Serphent melambaikan tangannya dan gembok yang terpasang pada pintu sel terbuka dengan dengan bunyi “klik” mengerikan. Tangannya meraih jeruji besi karatan dan bersiap-siap membukanya. David bertanya-tanya dalam hati, kira-kira apa yang akan dilakukan Dementor ini ya.

Baru saja dia akan bertanya, sebuah amplop pink muncul di sebelah sang Dementor dan langsung mengeluarkan suara yang super-nyaring, mengalihkann perhatian Serphent. Itu adalah sebuah Holwer.

“DEAR MR SERPHENT. SAYA, DOLORES JANE UMBRIDGE, ASISTEN KEMENTERIAN SIHIR YANG PALING CANTIK, PINTAR, SELALU PUNYA GAGASAN CEMERLANG, SELALU TERLIHAT MEMESONA...”

Serphent mengelap keringat yang tiba-tiba muncul di dahinya dan bergumam, “Cape deh.”

“...DENGAN INI MEMERINTAHKAN ANDA UNTUK MELAKUKAN KECUPAN KEPADA HARRY JAMES POTTER DI PRIVET DRIVE. DIMINTA UNTUK SEGERA MELAPORKAN KEPADA SAYA DENGAN MENGIRIM HOWLER SEGERA SETELAH ANDA SELESAI MELAKUKAN KECUPAN. DENGAN CINTA, GOLORES JANE UMBRIDGE, ASISTEN KEMENTERIAN SIHIR YANG PALING BLA-BLA-BLA DAN BLA-BLA-BLA...”

Setelah selesai menggemakan pesan, howler itu langsung terbakar di udara dan lenyap begitu saja. Sisa-sisa suara dari howler masih menggema di lorong-lorong penjara. Beberapa napi melongokkan kepala di antara jeruji besi sambil bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Mereka mengira ada demo dari mahasiswa-mahasiswa AntiDementor yang menetang hukum Kecupan. Atau jangan-jangan ada tukang jual obat yang kebetulan sedang obral akhir tahun di penjara sihir Azkaban?

Serphent sendiri masih sedikit bengong dengan kehebohan yang ditimbulkan howler tadi, sehingga dia lupa bahwa dia akan melakukan Kecupan Dementor.

“Eh? Saya ngapain ya di sini?” dia bertanya pada David.

“Lho, situ bisa ngomong juga ternyata?” David terpesona karena tiba-tiba dia mendengar Dementor bicara dalam manusia,  bukan desisan yang sering didengarnya selama ini. Jangan-jangan kejutan yang ditimbulkan oleh holwer tadi membuatnya mengerti bahasa Dementor ya? Mungkin saja, namanya juga fanfic gokil. Yang nulis pasti orang gila yang kekurangan ide! batinnya.

“Kamu tuh yang gila!” raung Vahn. “Saya masukin kamu ke fanfic ini hanya sebagai figuran! Mau aku hapus dari cerita ini?” ancam Vahn.

David langsung memelas manja.

“Iya deh Vahn, maaf. Tapi kamu kok tahu isi hatiku?”

“Ya iyalah... Wong aku yang nulis.”

“Woi, woi, bisa kalian bisa berhenti dulu, tidak?” sungut Serphent. Rupanya sama dengan para pembaca, dia juga kesal dengan penulis yang suka ikut ambil bagian (alias ikut campur) dalam cerita.

Oke, oke, penulis minta maaf kepada semua pihak yang dirugikan. Lanjut…

Sampai di mana tadi? O iya, Serphent yang agak syok setelah mendengar pesan dari howler.

“Tadi saya mau ngapain ya?” tanya Serphent lagi dari balik kerudungnya.

“Begini, tadi Bang Dementi merengek-rengek minta tanda tangan saya tapi nggak saya kasih. Nggak segampang itu dong memperoleh tanda tangan dari penjahat ganteng seperti aku ini,” kata David sok jaim.

Serphent langsung muntah-muntah mendengar perkataan David yang narsis itu.

“Iiih, Bang Dementi jorok deh.” David berjengit. “Masa pake acara muntah segala di sel aye?”

“Heh, aku mual gara-gara mendengar ocehanmu! Dan ngmong-ngomong, aku ingat sekarang. Tadi aku mau melakukan Kecupan padamu. Kini… terimalah Kecupanku!”

Serphent menurunkan kerudungnya. Wajahnya sangat menjijikkan. Tak ada mata dan hidung. Hanya ada lubang mengerikan di tempat yang seharusnya adalah mulut.

Baydewei, udara langsung berubah menjadi lebih dingin. Kabut aneh tiba-tiba memenuhi ruangan penjara. Apakah ini yang akan terjadi jika Dementor akan melakukan kecupan? Ternyata bukan. Barusan ada tukang es lewat sambil ngerokok. Tapi dia tidak menawarkan jualannya, karena keburu takut melihat tampang Dementor yang jijay basbang itu.

“Wah, Bang Dementi nggak bisa gitu dong,” buru-buru David berkata. “Minta tanda tangan saja nggak saya kasih, apalagi mau nyium saya? Inilah, kadang-kadang saya suka kesal dengan ulah fans yang berlebihan seperti Anda ini. Kalau ada wartawan infotainment yang memergok Anda nyium saya, gimana? Kan bisa tibul gosip. Apa kata pacar saya nanti? Tolong mengertilah Bang—Loh? Bang? Bang Dementi kenapa?”

Ternyata Serphent telah mojok di sudut sel, menutupi wajah dengan dua tangannya yang kurus dan berkeropeng, terisak kencang. Dia tidak tahan lagi menghadapi kenarsisan David Koperpelit.

David langsung menyesali ucapannya.

“Ya... Abang pake acara nangis segala. Oke, kali ini saja ya? Agar Abang nggak sedih lagi, biar saya saja yang mengecup Abang. Sini,” David Koperpelit berkata sambil memonyongkan bibirnya.

Serphent langsung berjengit liar, berusaha menghindari mimpi buruk yang sedang mendatanginya. “STOP! STOP! AMPUN, TOLONG JANGAN LAKUKAN INI PADA SAYA! AMPUUUUN!” lengkingnya sambil melayang gila-gilaan keluar dari sel David, meninggalkan David yang bengong sendiri.

Suasanya menjadi sepi, namun di kejauhan masih bisa didengar jerit memilukan yang diduga kuat sebagai suara Serphent si Dementor sial.

David bergidik.

“Takut juga punya fan psycho kayak dia,” gumamnya. “Tuh, pintu selnya lupa diukunci lagi. Dasar fan fanatik, sampai lupa dengan pekerjaannya.” David berkata sambil menutup pintu sel dan menggemboknya kembali. “Beres. Sekarang tidur lagi ah...”

David Koperpelit menggeliat dan tak lama kemudian telah bergelung dengan nyaman di sudut selnya yang dingin dan berdebu. David pernah tak tahu bahwa dialah narapidana Azkaban paling hepi yang pernah ada.

***

Serphen terbang menuju ke suatu tempat yang bernama Privet Drive untuk melaksanakan tugas yang diperintahkan Dolores Jane Umbridge. Serphent tidak sendiri, dia bersama seorang, eh, sesuatu... aduh, nggak cocok juga. Pokoknya dia ditemani oleh salah satu Dementor yang kebetulan sedang nganggur di kantin Azkaban. Penulis fanfc gokil ini memberinya nama Wriggle. Sama seperti namanya, Dementor ini suka sekali melayang sambil gonyang-gonyang ngebor ala Inul Darahtinggi. Sebenarnya Serphent tidak ingin mengajaknya, tapi hanya dia satu-satunya Dementor yang bebas tugas. Liukan Wriggle sebenarnya membuatnya pusing, tapi apa  boleh buat.

“Horeee, kita jalan-jalan! Senangnya bisa ke dunia luar…,” riang Wriggle. Dia memang tak pernah ditugaskan di luar Azkaban. Selama ini dia hanya tinggal di sekitar Azkaban, entah itu untuk membantu kepala kantin Azkaban, nyiram kaktus di belakang menara Azkaban, atau mencoret-coret tembok Azkaban dengan cat tembok aneka warna. Ketika ditegur karena mengotori tembok, dia marah-marah karena menurutnya mereka mengekang kebasannya bereskpresi. Itu melanggar Hak Asasi Dementor, katanya. “Ngomong-ngomong, kamu belum mengatakan apa yang akan kita lakukan di Privet Drive. Memangnya kita mau ngapain? Main tenis ya?”

“Aku mengajakmu bukan untuk bermain,” dengus Serphent. Kita akan melakukan pekerjaan penting untuk kementerian. Kita akan melakukan Kecupan kepada bocah yang bernama Harry Potter.”

“Harry Potter? Harry Potter yang terkenal itu?” tanya Wriggle antusias.

“Ya,” angguk Serphent.

“Wow, pasti akan sangat menyenangkan!” seru Wriggle yang saking semangatnya, meliuk-liuk seperti belut di angkasa.

“Wriggle! Bisa tenang sedikit tidak? Atau kau mending pulang saja sana! Tarianmu jelek tau!”

“Siapa yang menari? Aku hanya terbang dengan sedikit bergaya. Apa itu salah? Jangan melarang Dementor untuk berekspresi dong. Itu juga namanya melanggar Hak Asasi Dementor!”

“Terserah kamu saja,” geleng Serphent.

Matahari sudah mulai terbenam ketika mereka melihat daratan dengan gedung dan rumah-rumah di atasnya. Tak lama kemudian mereka telah berada di Little Whinging.

“Kita telah tiba Wriggle. Anak itu pasti tidak jauh dari sini. Aku bisa mencium baunya.”

“Memangnya baunya seperti apa?” tanya Wriggle, mengendus-endus. Bingung? Ya, penulis juga bingung, perasaan Dementor tidak punya hidung kan? Ya sutralah, harap maklum ya, namanya juga fanfic gokil yang maksa abis.

Di bawah mereka, lampu rumah-rumah telah menyala. Akhirnya dia melihat seorang remaja berusia sekitar lima belas tahun, duduk sindirian di satu-satunya ayunan belum rusak di taman Magnolia Crescent.

“Wriggle, sepertinya itu anak yang kita cari,” katanya.

Wriggle celingukan menatap udara yang kosong. “Mana? Mana? Tidak ada siapa-siapa di atas sini selain kita.”

“Ya jelas tidak ada, Dodol! Di bawah sana. Yang duduk di ayunan! Geblek banget sih?”

“Oh... yang itu toh... Hihihi, sasaran empuk ya. Eh, beneran nih kita diijinkan untuk melakukan Kecupan?” tanya Wriggle meminta persetujuan.

“Bukan hanya diijinkan, tapi diperintah. Ayo!”

Kedua Dementor itu menukik tajam menuju sasaran mereka. Si Remaja sama sekali tidak tahu mengapa taman tiba-tiba di selimuti kegelapan. Ia merasakan ketakutan yang ganjil, rasa dingin yang menusuk, dan kebahagiaan yang seolah sirna. Dia sama sekali tidak bisa melihat sekelilingnya. “Halo? Halo? Kok gelap ya? Pada nggak bayar listrik ya?” tanyanya pada siapa saja yang ada di situ, tapi tentu saja tidak ada siapapun selain dirinya. Bisa dibilang dia sedang bicara sendiri. Hihihi, ternyata gila juga ya, anak ini?

Tapi kegilaannya tidak berlangsung lama karena saat itu juga dia menyaksikan pemandangan yang sangat mengerikan. Dia melihat dua hantu kelabu berkerudung melayang ke arahnya. Si Remaja mulai menjerit.

Sherpent dan Wriggle semakin dekat dengannya. Mereka telah siap melakukan Kecupan, ketika Si Remaja menjerit dengan suara super-merdu, “HANTUUU!!!”

“Tunggu dulu Wriggle, stop!” desis Sherpent lalu berhenti di udara, diikuti Wriggle.

“Whats ap Bro?” tanya Wriggle sok nge-rap. “Samcing wong? Maksud eike, something wrong?

“Halah,” bentak Serphent sambil mengibaskan tangannya. “Tunggu dulu, anak ini sepertinya bukan anak yang kita cari.” Lalu dia menoleh kepada Si Remaja yang masih telihat dan berkata, “Nak, kami bukan hantu. Kami adalah... Dementor! Huahahahaha. Tapi percuma aku bicara panjang lebar. Toh, kamu tidak mengerti bahasa Dementor...”

“Siapa yang nggak mengerti? Wong kamu bicaranya pake bahasa Inggris gitu, ya pasti aku ngertilah…” kata Si Remaja takut-takut.

“Heh? Kamu ngerti bahasa kami?” tanya Wriggle sambil melayang berputar mengelilingi Si Remaja.

“Nggak tahu tuh dengan si penulis fanfic. Tiba-tiba aja semua orang bisa mengerti bahasa Dementor. Biasanya kan bahasa Dementor mirip bahasa ular. “Tul nggak Vahn?” tanya Serphent kepada Vahn.

Eh, gimana ya Rekan-Rekan Pembaca sekalian? Saya bikin begitu agar enak aja nulisnya. Kasihan juga Si Dementor jika perkataanya tidak dimengerti oleh manusia. Si Penulis juga repot jika harus menerjemahkan setiap perkataan yang diucapkan oleh Dementor. *ngeles.com*

“Oh, gitu toh, Vahn,” kata Serphent memaklumi, dan kembali menghadapi remaja ingusan tadi. “Heh, kamu Harry Potter, bukan?”

Si Remaja bengong. Harry Potter? Salah kali nih Dementor.

“Maaf Mas-Mas Dementor yang baik, saya teh bukan Harry Potter. Saya Ernie Macmillan. Mas belum baca Harry Potter and the Order of the Phoenix ya? Dalam buku itu—kalo nggak salah nih ya—Dementor menyerang Harry Potter di jalan setapak di Magnolia Crescent. Bukannya di taman tempat saya lagi bengong ini. Baca deh, Mas.”

 “Oh, gitu ya Nak,” kata Serphent yang mendadak jadi begitu baik dan santun. “Hehe… Saya  memang nggak pernah baca novel Harry Potter. Mari Dik, kami pergi dulu. Makasih infonya ya.”

“Sama-sama,” jawab Ernie.

Kedua Dementor itu terbang meninggalkan Ernie Macmillan seorang diri, menuju jalan setapak yang disebutkan oleh Ernie tadi.

 “Kamu gimana sih?” kata Wriggle. “Kita salah nih. Duh, kamu itu kalo kerja yang bener dong. Hampir saja kita salah Kecup.”

Serphent diam.

Tak lama kemudian mereka telah melayang di atas jalan setapak yang dimaksud. Di bawah mereka terlihat dua remaja menyusuri jalan setapak sambil bertengkar.  Yang satu tubuhnya kurus seperti tiang listrik dengan rambut berantakan seolah tak pernah terkena sisir, yang lain badannya besar dan berotot dengan kulit pink seperti babi di film kantun Winnie the Pooh.

“Gimana Sherpent? Apakah salah satu dari mereka itu Harry Potter?” tanya Wriggle.

“Sebentar,” kali ini Serphent mengawasi dengan lebih teliti. “Mmm... sepertinya memang dia, yang kurus itu,” gumam Serphent. “Dia memang tidak banyak berubah, rambutnya masih berantakan seperti terakhir kali aku melihatnya dua tahun lalu di Hogwarts Express.”

“Lantas kenapa tadi bisa salah!” tangis Wriggle.

“Cerewet, sudah diam aja.”

Kedua remaja di bawah bertengkar dengan sengitnya, sama sekali tidak merasakan kehadiran Dementor. Serphent dan Wriggle merasa dicueki, sehingga mereka lebih memilih untuk menguping apa yang dua remaja itu persoalkan.

“...jangan bunuh Cedric! Jangan bunuh Cedric! Siapa Cedric... cowokmu?” teriak si Badan Kekar. “Wah, wah, siapa cowok sial itu?”

“Bukan!” remaja yang diduga Serphent sebagai Harry Potter balas berteriak. “Cedric bukan pacarku, tapi pacar Blackleaf! Pacarku lebih oke dari dia... namanya Aryo!”

“APA? JADI LO BENERAN SUKA SAMA COWOK?”

“Diam Dudley! Aku belum selesai bic—“

“AMPUN DJ! Harry Potter HOMBREEEENG!”

“Kubilang DIAM! Nama panggilannya memang Aryo. Tapi nama lengkapnya Aryowati Sukma Melati Suka Lelaki Baik Hati!”

Remaja yang bernama Dudley tak menghiraukan penjelasan Harry dan mulai menyanyikan lagu yang ada kata-kata “Harry hombreng” di dalamnya. Lagu yang dinyanyikannya itu nadanya mirip dengan lagu dangdut yang judulnya Kucing Garong. Kurang lebih lirik lagu yang dinyanyiakan Dudley sambil goyang ngerbor ala Inul itu seperti ini:

Kelakuan si Harry Hombreng
Selalu mencari sasaran
Asal liat lelaki, wajah bringasan!

*gubraks!*

Di atas Harry dan Dudley, Wriggle asyik meliuk-liuk mirip ular di udara, menikmati lagu garing yang sedang dinyanyikan Dudley. Wriggle senang bukan kepalang karena ada manusia yang suka ngebor seperti dirinya. Dan sekali lagi dalam hari itu, Serphent menangis.

“HENTIKAN LAGU DAN GOYANGANMU ITU!!!” raung Harry Potter sambil menarik tongkat sihirnya dari sakunya dan mengarahkannya tepat di selangkangan—ups, porno! Diarahin ke tempat lain atuh, Vahn. Oke, oke, Harry mengarahkan tongkatnya tepat di jantung Dudley.

“Jangan mengacungkan benda itu kepadaku!” jerit Dudley yang telah berhenti bernyanyi. Wajahnya memandang ngeri tongkat sihir Harry.

“Jangan pernah menyanyikan lagu garing itu lagi dan jangan memanggilku hombreng!” ancam Harry. “Mengerti?”

“Arahkan tusuk sate itu ke tempat lain!”

“Aku tanya, kau mengerti?”

“Arahkan ke tempat lain!”

“KAU MENGERTI?”

Serphent menggelengkan kepala. “Dasar bocah, bahan obrolannya nggak mutu banget,” gumamnya.

“Yaah... kok lagunya berhenti sih?” keluh Wriggle. “Padahal lagi asyik joget-joget nih...”

“Tutup mulut! Kita sudah mendapat kepastian bahwa anak itu adalah Harry Potter. Kita lakukan saja apa yang diperintahkan kepada kita...”

Kepadamu, tepatnya,” sela Wriggle.

“...dan kupikir tidak ada salahnya kita mengecup anak yang satu lagi,” lanjut Serphent seakan tidak ada yang menyelanya. “Ayo!”

Serphent meluncur perlahan tapi pasti ke arah Harry dan Dudley diikuti Wriggle di belakangnya.

Barulah Harry sadar apa yang sedang terjadi. Rasa dingin yang dari tadi tak dihiraukannya karena marah pada Dudley kini terasa semakin menusuk. Rasa dingin yang sama dengan yang dialaminya dua tahun yang lalu di Hogwarts Express. Kegelapan yang membutakan melingkupi sekeliling Harry dan Dudley, seolah ada orang iseng yang menutupi mereka dengan selimut raksasa. Dia tahu, walaupun mustahil, ada Dementor tengah berkeliaran di sini, di Little Whinging! Kegelapan ini selain membuat Harry tidak bisa melihat, juga membuat napasnya sesak. Udara dipenuhi bau yang sangat busuk. Seingat Harry, napas Dementor memang baunya luar biasa, seperti kaos kaki Paman Vernon yang tidak dicuci selama dua minggu. Tapi yang ini baunya sudah keterlaluan!

“Apa yang telah kualakukan? Aku tidak bisa melihat!” kata Dudley panik.

“Aku tidak melakukan apa-apa! Bukan aku yang melakukannya,” kata Harry. Dia telah menarik tongkatnya dari Dudley dan mengarahkannya ke berbagai arah, celingukan mencari Dementor. Sambil menutup hidung dengan satu tangannya dia menggerutu, “Buset, makin lama Dementor makin bau aja!”

“Sori Harry,” kata Dudley ragu-ragu, “bau ini... Aku barusan kentut.”

“Bwah! Pantesan,” Harry mengibaskan tangannya ke hidung. “Dementor sebelumnya tidak sebau ini! Makan apa sih kamu?”

“Cuma ubi bakar kok sepotong.”

“O iya, kamu makan ubi bakar. Tapi kamu malan DUA! Kau rebut punyaku, ingat?”

“Dementi itu apa?” tanya Dudley dalam gelap, mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Dementor,” koreksi Harry. “Mereka mahluk penyedot debu, eh, penyedot roh manusia!” kata Harry yang disusul oleh pekik ketakukan Dudley.

“Kalau begitu mengapa kita masih di sini? AYO KABUUUUR!!!” teriak Dudley kemudian lari menabrak Harry hingga jatuh terjengkang. Tongkatnya terlepas dari tangannya.

Dalam kegelapan, samar-samar Harry melihat Dudley lari ke ujung jalan setapak. Namun di depan Dudley, melayang sekitar tiga puluh senti di atas tanah, dua sosok berkerudung menyambutnya...


( Baca lanjutannya di bawah.  Wink )
« Last Edit: December 15, 2007, 06:01:16 AM by Vahn » Logged
harrypotterindonesia.com
« on: December 10, 2007, 06:18:07 AM »

 Logged
yovano
Guest
« Reply #1 on: December 10, 2007, 06:21:51 AM »


(lanjutan yang di atas)



“Dudley, kembali! Kau berlari ke arahnya!” Harry berteriak, tangannya meraba-raba tanah, mencari tongkatnya. “DUDLEY!” Tapi sepertinya Dudley tidak mendengar.

Wriggle mengeluarkan suara tawa yang terdengar bengis.

“Wriggle, dia milikmu,” yang dimaksud Serphent adalah Dudley. “Aku yang akan mengurus Harry Potter...”

“Oooh... ini sangat menyenangkan...,” desis Wriggle singkat, lalu terbang menyambar Dudley...

Dudley jatuh terlentang dengan Wriggle melayang di atasnya. Wriggle mendekatkan mulutnya ke mulut Dudley, lalu mulai menyedot rohnya. Dudley berteriak ngeri, karena dia seolah mengalami kembali semua kejadian buruk yang pernah dialaminya. Seperti ketika jumlah kado ulang tahunnya yang kesebelas jumlahnya kurang satu dibandingkan jumlah kado di ulang tahunnya yang kesepuluh... kenangan saat pantatnya tumbuh ekor babi sehingga harus dioperasi untuk memotongnya... kenangan mengerikan saat Harry menyihir tubuhnya sehingga menggelembung seperti bola raksasa dan melayang-layang di langit-langit rumah... Tunggu dulu! Memangnya siapa yang tubuhnya disihir menjadi bola? Salah ingat kamu, Dudley. Yang disihir jadi bola raksasa itu kan Bibi Marge. Tanpa disihir pun, dia memang sudah mirip bola. Hihihi....

Pokoknya Dudley terus menjerit, melihat semua kenangan yang mengerikan dalam benaknya. Salah satu kenangan yang paling mengerikan adalah ketika dia disuruh diet ketat oleh ibunya. Bayangkan betapa menderitanya dirinya ketika tidak bisa makan semua makanan kesukaanya, seperti dodol, lemper, semur jengkol... (Ini anak tinggal di Inggris apa di Indonesia sih? ^^;)

Serphent membiarkan Wriggle bersenang-senang dengan anak yang bernama Dudley itu, sementara dia sendiri mulai meluncur ke arah Harry Potter. Di depannya, Harry telah menemukan tongkat sihirnya.

“Jauh-jauh sana, Dementor Kudisan!” bentak Harry, suaranya gemetar. “Expecto Patronum!”

Asap keperakan yang lemah muncul sebentar dari tongkat Harry kemudian menghilang.

Serphent tertawa dalam hati. Boleh juga anak ini... Tapi sayang, tidak cukup hebat.

Dia menjulurkan tangannya yang berlendir dan bersisik…

“Expecto Patronum!”

Dia mulai menurunkan kerudungnya...

“Expecto Patronum!”

...wajahnya tanpa mata, hanya ada lingkaran menjijikkan yang berfungsi sebagai mulut untuk menyedot roh Harry...

Harry mulai meronta, cemas karena tidak bisa mengeluarkan Mantra Patronus yang menyelamatkan nyawanya dan nyawa Sirius dua tahun lalu. Dengan sisa tenaga dan harapan yang dimilikinya, Harry akhirnya menemukan kenangan yang paling membuatnya bahagia. Kenangan saat dia berjanji akan menikahi Aryowati, cewek barunya di Ravenclaw.

“EXPECTO PATRONUM!”

Seekor rusa perak mucul dari tongkat sihir Harry, menerjang Serphent tepat di mana jantungnya seharusnya berada. Serphent terlempar ke belakang, tanpa bobot. Rasa sakit yang pernah dirasakannya dua tahun lalu di Hogwarts Express kembali menderanya. Sang Rusa Perak kembali menghajar dadanya, membuatnya mengeluarkan rintihan kesakitan yang amat sangat. Sambil menekan dadanya yang perih, Serphent melayang dengan cepat ke langit berusaha menghindari serangan Patronus Harry selanjutnya.

Dari atas dia bisa mendengar Harry berteriak kepada Sang Rusa, “Kembali! Serang dia!” Sang Rusa berlari di udara, dan sesaat memudian telah menyerang Wriggle. Serphent melihat Wriggle meluncur ke arahnya, mengeluarkan suara yang dikenali Serphent sebagai suara tangisan.

“Rusa itu mau membunuhku!” isak Wriggle di antara rasa sakit yang sama dengan yang dialami Serphent.

“Kita pergi!” desis Serphent.

Kedua Dementor itu kemudian melayang meninggalkan Harry yang sedang mengelus sayang Rusa Peraknya.

***


Serphent dan Wriggle melintasi samudera menuju penjara sihir Azkaban.

Langit sangat cerah malam itu. Bulan-separo bersinar dengan lembut, sementara ribuan bintang tidak segan-segan membagi cahanya yang meneduhkan. Beberapa rasi bintang bahkan terlihat saling bercanda satu dengan yang lain. Cancer si Kepiting, terlihat tidur-tiduran dengan nyaman di salah satu timbangan Libra. Sagitarius pura-pura membidikkan panahnya dengan genit ke arah dua gadis Gemini yang sibuk menggosipkan Aquarius yang akhir-akhir ini katanya jarang mandi karena telat bayar tagihan air. Hihihi... ada-ada saja ya kelakuan mereka? ^^;

Seharusnya pemandangan eksotis itu bisa membuat kedua Dementor tersenyum. Namun karena masih kesal dengan kegagalan mereka, plus rasa sakit di sekujur tubuh karena serangan Patronus Harry Potter, mereka sama sekali tidak bisa tersenyum. Lagi pula, bibir mereka memang tidak di-desain untuk melakukan hal lain seperti tersenyum, selain menyedot roh manusia, yang malam ini gagal mereka lakukan.

“Baru kali ini aku merasakan sakit yang luar biasa,” keluh Wriggle.

“Aku dua kali!” dengus Serphent, melayang tepat di samping Wriggle, memandang ke lautan gelap dan dingin yang terbentang luas di bawah mereka.

“Kamu sih nggak bilang kalau Mantra Portronus bisa melumpuhkan kita.”

“Aku juga tidak menyangka Harry Potter bisa mengeluarkan Patronus sehebat itu!”

Wriggle mendesah lagi. “Setelah ini aku pasti tidak akan mendapat tugas ke luar Azkaban lagi. Aku akan tetap nganggur di kantin penjara.

“Masih mendingan kau dibanding aku.”

“Kenapa?” tanya Wriggle.

“Aku harus kembali mengawasi sel nomor 113, tempat tahanan narsis itu dikurung,” kali ini Serphent yang mengeluh.

 “Tahanan yang bernama David Koperplit itu?” tanya Wriggle berusaha menahan tawa.

“Jangan tertawa, kuperingatkan kau!” ancam Serphent.

Tapi Wriggle tidak bisa membendung tawa. Dia tergelak.

“Hentikan tawa jelekmu!” betaknya sambil melayangkan tinju ke kepalaWriggle.

Wriggle memegang kepalanya yang sakit, namun masih tidak bisa berhenti tertawa. “Hehehe... Tawanan gokil itu rupanya kau yang jaga? Kasihan deh lu—eit, nggak kena!” Wriggle berhasil menghidari tinju Serphent yang kedua. Dia masih tergelak sambil melayang menjauhi Serphent.

“Tunggu! Jangan lari!” seru Serphent, berusaha mengejar Wriggle yang semakin menjauh.

Di langit, para bintang telah berhenti melakukan aktifitasnya dan kini sedang tersenyum geli melihat tingkah kedua Dementor itu.



dementors strike again!: fin

18 Oktober 2007
Re-edit: 8 Desember 2007





A/N:
- FF ini sebelumnya telah dipost di asrama Hufflepuff, namun belakangan kupindahkan ke sini, agar bisa dinikmati member lain.
- Ending ff ini terinspirasi dari obrolan di salah satu thread di Knockturn Alley yang berjudul Astronomy - Pesan dari Langit
- Aku kesulitan membuat karakter Dementor yang benar-benar in character karenanya aku memutuskan menjadikan sekuel dari Dementor’s Story ini sebagai ff humor, agar aku bisa leluasa meng-OOC-kan karakter Dementor. *ngeles.com*
- Komentar dan kritik bisa langsung dipost di bawah. Thanks before. Wink
Logged
harrypotterindonesia.com
« Reply #1 on: December 10, 2007, 06:21:51 AM »

 Logged
-TikaLucu-
Gryffindor
HPI
**

Karma: +34/-28
Posts: 834


Kakak-Kakak Saya *ditumbuk*


WWW
« Reply #2 on: December 10, 2007, 06:48:04 AM »

*ketawa ngakak huahaha Tongue*

Sama garing, jayus, gila....
Ckckck... Om Hulkie.. Vahn dikasih apaan sih? Sate kambing?

Keyen ah... Bikin sekuel si Dementi lagi sono Grin

Btw... VERTAMAX Grin
*ditabok*
Logged

Gosip, kanibal, hemaprodit, vampir, narsis hanya ada di Gryffindor!

Lethologica...
-Letto, Lethologica-
fansa-granger
Guest
« Reply #3 on: December 10, 2007, 07:08:17 AM »

*www.promosi-brother.com* Ayo temen2 HPI, buruan baca fanfict gokil inih! Dijamin ketularan penyakitnya anak Huffle Grin

Sebelomnya ini fanfict udah ditaruh di asrama Hufflepuff dan menimbulkan kehebohan karena memberi akibat semakin parahnya penyakit skizofrenia (bahasa gaulnya orgil Grin) yang kami derita. Bayangkan, biasanya tanpa ada stimulus apa2 aja member Huffle udah suka ketawa-ketiwi sendiri, eh tambah lagi baca fanfict ini (yang author-nya juga ngga kalah skizofren dari yang laen) kita2 jadi makin kronis! Vahn tanggung jawab!! Grin

Sumpah, kocak abis!!
Logged
Hulk-mione Granger
~Orang terkeren se-HPI~
Global Moderator
HPI
****

Karma: +336/-64
Posts: 1851


Hermione berubah jadi Hulk? Seksinya!!


WWW
« Reply #4 on: December 10, 2007, 08:10:06 PM »

Waks, si Vahn inih kok si Madam Anjrit Umbridge jadi narsis juga.. ckckck.. Dasar penulis dudul! Eh, emang kayak gitu deh si Umbridge mah.. heuheuheu..

Berarti nanti sekuelnya, nyeritain si Dementi di buku ke-7 neh.. ya kan? Ya.. ya.. ya..!!
Logged


Dengan kekuatan bulan, akan menghukummu!
Reina von Gant
Gryffindor
HPI
**

Karma: +34/-1
Posts: 163


Young Damon Gant is HOT


WWW
« Reply #5 on: December 10, 2007, 10:09:00 PM »

Huaaaa...., Vahn!! Ternyata udah di pos toh. Gw gak liat waktu baca pesen lu.

Ceritanya asli gokil bin garing. Bisa2nya kau keluar di ff-mu sendiri (dan gw juga pernah berpikir hal yg sama dengan Anda). Tapi asli, ini lebih gokil daripada Dementor Story lu yg pertama. Ngakak abis. Gw mungkin di sangka orgil gara2 ketawa2 sendiri di perpus (si Ibu penjaga perpus ama negliatin gw).

Ok, terus berkarya!!! Terus tulis ff!! Hidup ff!!
« Last Edit: December 10, 2007, 11:39:45 PM by reina_randwulf » Logged

Prosecutor : "OBJECTION!!"
Lawyer      : "Thare's nothing to object! Why do you object?"
Prosecutor : "Because your statement is objectionable"
Lawyer      :  ................
*C.Pss.* Chryseis/Miyuri N. ~Moon Scooper Rabbit~
Gryffindor
HPI
**

Karma: +89/-86
Posts: 805


Be my friend, and give me the moon.


WWW
« Reply #6 on: December 11, 2007, 10:31:07 PM »

*ngakak guling-guling*

Ya ampun! Vahn, ini seharusnya ratingnya G(J) untuk Ga-Jelas, atau C untuk Chaotic!

Sumpah deh, sekuelnya malah kacau.. *ngakak lagi*

Logged

~*~ *Cat Princess* Chryseis McSylvester-Belmont l Miyuri Nekonomiya ~*~
~*~Proud to be a cat, a witch, a vampire, and a princess~*~

"Then DIE." - Flandre Scarlet, Good Girl Remilia Theatre.

Read/search first, then post/ask. Or NO more muffins.

Make Roads Safe!
bLacKLeaF
Hufflepuff
HPI
**

Karma: +95/-21
Posts: 528


Edward Cullen was in Hufflepuff!


WWW
« Reply #7 on: December 12, 2007, 03:59:16 AM »

Brother!
Jiyeee.... Fanfictnya Go international! (nggak nyambung)...
Akhirnya Fanfict sableng ini menembus celah celah gerbang asrama en nangkring dengan lincahnya di thread Fanarts....
Waw, selamet ye Broda... *jabat tangan Brother Vahn*
Kocak abes Bro, asli dah....
Kalo ada sequel, ditunggu banged...Grin
Logged


Kontak Batin itu Ada™ Cool
yovano
Guest
« Reply #8 on: December 15, 2007, 06:21:55 AM »

@ Lady Winchester:
Ciee... VERTAMAX nih yee... Jadi ingat "Puisi untuk Sang Serigala". Dikau juga kan yang jadi komentator pertama... Thanks.
Ga tau juga dikasih apa sama om Hulk. Yang pasti dia berhasil nularin virusnya ke aku. Hihihi...

@ Fansa:
Ga mau tanggung jawab! Orang kalian semua sudah gile dari sananya. Untuk masih ada yang waras, yaitu diriku sendiri!  Roll Eyes
Quote
*www.promosi-brother.com* Ayo temen2 HPI, buruan baca fanfict gokil inih! Dijamin ketularan penyakitnya anak Huffle  Grin
Pasti penyakit Cakep bin Narsis.
Thanks ya Sis. Tumber akhir-akhir ini aku jarang ditimpuk. Ulekan-nya mane, Bun?

@ Hulk:
Dementi di buku ke-7?
Euh, kayak gimana ya Bang? *crucio diri sendiri!*

@ reina_randwulf:
Hidup Fanfiction! *pake pengeras suara*
Dementor's Story memang bukan ff humor, jadi kalah garink deh...  Cheesy

@ Chrissy:
Ratingnya tetep PG, alias Panpic Gokil  Grin

@ Blackleaf:
Go international? Berasa pergi jauuuh banget. Padahal cuma pindah bilik doang. Hehe.
Ya deh, ntar dibikin sekuelnya. Mudah-mudahan ide tetap mengalir lancar.  Wink


Thanks ya guys. Tapi belum ada yang ngasih kritik nih. Ayo dong, biar aku tahu aoa saja yang kurang dari tulisanku.
But aku hargai banget kalian semua yang telah memberikan komen. Luv yu all!
Logged
imanda
Gryffindor
HPI
**

Karma: +9/-16
Posts: 64


Where is your boi tonight?


« Reply #9 on: December 15, 2007, 11:38:07 AM »

Sumpah, aku suka SEKALI. Bener-bener entertaining. Menghiburkan!! 10/10!
Logged


*C.Pss.* Chryseis/Miyuri N. ~Moon Scooper Rabbit~
Gryffindor
HPI
**

Karma: +89/-86
Posts: 805


Be my friend, and give me the moon.


WWW
« Reply #10 on: December 15, 2007, 09:32:15 PM »

Vahn,

Euh, iya bener. PG juga boleh tuh! Wekekek.

Yah, kita bikin klasifikasi rating baru yuk..

*bersiap menulis daftar rating baru*

*kabur begitu melihat Ambu datang*
Logged

~*~ *Cat Princess* Chryseis McSylvester-Belmont l Miyuri Nekonomiya ~*~
~*~Proud to be a cat, a witch, a vampire, and a princess~*~

"Then DIE." - Flandre Scarlet, Good Girl Remilia Theatre.

Read/search first, then post/ask. Or NO more muffins.

Make Roads Safe!
Iputz
Hufflepuff
HPI
**

Karma: +39/-5
Posts: 188


Byakugan!! ^^


« Reply #11 on: December 22, 2007, 05:55:09 PM »

Vaaaaaaaahnnn!!!!! *cubit-cubit pipi Vahn keras-keras*
Gilaaa! Lucu banget. Bener-bener penghilang segala kesuntukan menjelang ujian!

Harry Hombreng! David Koperplit? Astaga...
Gyaahahaha...  Grin
Aduh, mukaku sampe capek gara-gara nyengir terus *nyalahin Vahn*

Udah ah, tar disangka gila ketawa melulu... Tongue
Logged

From Hyuuga Clan: Hyuuga Iputz
Wekekeke... maksa! ^^
dhiLLaocta
Guest
« Reply #12 on: January 09, 2008, 07:54:12 AM »

ya ampyun!!!

k'vahn!!!

gila!! jayus banget!!

maagku ampe kambuh gara-gara baca cerita ini!!!

tapi biarin ajah deh maagku kambuh...

asal seneng... Grin
Logged
Andrea K. Louise
Gryffindor
HPI
**

Karma: +48/-18
Posts: 369


Reborn for revenge


WWW
« Reply #13 on: January 10, 2008, 05:09:45 AM »

Akang Vahn *dikemplang*,

Tu FF-nya bikin saya ngakak sendiri --dan dipelototin Mum dengan kata-kata: "Pak, Rhea udah gila." yang ditujukan kepada Dad saya.

Keren.. Jayus en gokil abis!

Ditunggu FF berikutnyah yeee!!
Logged


Credit to Miss Bailey-Deathwish@dA for the pic.. :3
IndoHogwarts
misa-misa malfoy
Slytherin
HPI
**

Karma: +1/-1
Posts: 27



« Reply #14 on: January 21, 2008, 05:18:56 AM »

Wah, cool banget!

Aku paling suka waktu Duddley nyanyi Harry hombreng. Kyaa. .ha. .ha. . .ha  XDDDD
Logged

Pages: [1] 2
  Print  
 
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.8 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC Valid XHTML 1.0! Valid CSS!

supported by : IndoLowonganKerja.com