harrypotterindonesia.com
July 30, 2010, 11:43:44 AM *
Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length
News: Selamat datang di Forum HPI yang baru. Silahkan melakukan Registrasi untuk ikut berdiskusi di forum ini. Mari kita jaga Forum ini bersama.
 
   Home   Help Search Login Register  
Pages: [1]
  Print  
Author Topic: FAWKES OLD FLAME!  (Read 811 times)
Cliodne
Gryffindor
HPI
**

Karma: +0/-2
Posts: 19


Gryffindor Knight


« on: May 09, 2007, 03:30:24 AM »

Setting : Hogwarts (The Prisoner of Azkaban)

Bab 1.  Tugas untuk Hermione

"FAWKES!"

Hermione berlari-lari mencari Fawkes di perbukitan sepi di belakang Hogwarts. Biasanya Phoenix itu tidak perlu dicari, tapi hari ini Dumbledore memintanya mencari si burung api dengan alasan tersendiri. Alasan yang sangat khusus.

"Fawkes ingin mengunjungi teman lama. Teman yang sangaaat lama...ia gelisah. Aku bisa merasakannya," Hermione mengenang pertemuan terakhirnya dengan kepala sekolah  "Sayang aku sibuk sekali mengurus pertemuan alumnus profesor Hogwarts bulan depan. Mereka selalu menuntut butterbeer bergalon-galon." Dumbledore mengerling misterius. Kacamata bulan sabitnya melorot setengah senti.

"Tugas ini hanya kau yang bisa Hermione. Karena ijin dari Departemen Sihir sudah lama kau pegang dengan benda itu. Aku ingin..." Dumbledore  berbisik lembut di telinga Hermione seperti memberi instruksi panjang.

Selang beberapa menit Hermione menganga, "tapi, prof.."

"Kau tidak perlu melaksanakannya jika merasa berat."  Mata Dumbledore berkilat seperti burung hantu yang sedih tidak menemukan tikus.

Hermione tahu ia tak sampai hati berkata tidak.

Sudahlah, pikirnya, lagipula menjelang libur musim dingin ia tidak memiliki banyak hal untuk dikerjakan. Ron sibuk di kamar mengepak pakaian yang akan dibawa pulang Natal nanti. Harry pergi berjalan-jalan bersama wali barunya Sirius.

Masalahnya di mana Fawkes? Ia harus menemukan burung itu dahulu. Masalah lain bisa dipikirkan setelahnya. Dumbledore sudah memberikan petunjuk kemana ia harus mencari Fawkes. Meski demikian bukit luas ini terasa lenggang, tidak ada suara apapun.

"FAWKES"

Gema suara Hermione memantul-mantul.

Suara nyanyian indah terdengar di belakang Hermione...

"Fawkes.." panggil Hermione lembut. Sebelum sempat melihat burung itu ia dibutakan oleh asap...

"FAWKES!"


(bersambung)


« Last Edit: May 09, 2007, 03:56:42 AM by Cliodna » Logged
harrypotterindonesia.com
« on: May 09, 2007, 03:30:24 AM »

 Logged
Cliodne
Gryffindor
HPI
**

Karma: +0/-2
Posts: 19


Gryffindor Knight


« Reply #1 on: May 12, 2007, 03:55:59 PM »

Bab 2. Teman yang terbawa pergi

Harry melambaikan tangan ke sosok Sirius yang menjauh terbang ke angkasa diatas Buckbeak dengan gagah. Ia tidak menyangka wali barunya itu diam-diam mengunjunginya untuk ngobrol-ngobrol dan menanyakan kesulitannya di sekolah selama ini.

Ada kesepian kecil muncul setelah melihat bayangan Buckbeak menjadi sekecil titik menuju matahari sore.  Harry ingat bagaimana Sirius mengangguk-angguk  penuh perhatian ketika ia bercerita tentang keinginannya mengunjungi Hogsmeade. Sekarang, untuk pertama kali dalam hidupnya, Harry mulai mengenal perasaan anak yang ditinggal seorang ayah yang ramah.

Gontai, Harry melangkah kembali ke Hogwarts.  Untuk kembali kesana ia harus melintasi bukit-bukit panjang. Sirius benar-benar memilih tempat yang aman untuk bertemu, jauh dari keramaian. Selain Hermione dan Ron tidak ada yang tahu pertemuan rahasia mereka. Entah kenapa tiba-tiba Harry memikirkan Hermione. Temannya siang itu terlihat agak gelisah dan terburu-buru pergi. Bukan kebiasaan Hermione untuk merahasiakan sesuatu dari dirinya dan Ron.

Ketika sampai di suatu titik sepi, Harry mendengar suara teriakan anak perempuan…dan nyanyian merdu..

”Fawkes?” desisnya heran.

Tanpa sadar kakinya berlari mengikuti arah suara. Dan apa yang dilihat kemudian membuat ia terbelalak.

Di tengah bayangan matahari senja tampak dua sosok yang dikenalnya. Begitu dekat. Yang pertama adalah Hermione. Gadis itu kini menjerit memanggil nama Fawkes. Ia memegang sebuah benda yang rantainya panjang terkalung di leher.

Harry mengenal jelas apa itu. Jam pasir!

Tapi yang membuatnya ngeri adalah sosok kedua, Fawkes!  Phoenix itu berkobar seperti sosok api yang haus oksigen. Bernyanyi nyaring. Aksi berikutnya membuat hati Harry berdegup kencang : sosok api Fawkes terbang dengan kecepatan mengerikan menuju Hermione seperti anak panah terlepas dari busur!

Tanpa berpikir panjang Harry berlari kencang, menerjang lebih cepat dari Fawkes. Sekuat tenaga ditubruknya Hermione untuk menyelamatkan gadis itu dari serangan si Phoenix.

“H-Harry??JANGAN!” jerit Hermione.

Terlambat. Pada detik yang sama Fawkes api memasuki ruang antara Harry dan Hermione. Harry menutup matanya rapat-rapat dengan kengerian luar biasa.

“IMPEDIMENTA FLAMINGATE!”

Ketika ia membuka mata, dilihatnya Hermione selesai mengayunkan tongkat dan ia tidak merasakan panas api yang berputar seperti angin siklon mengelilingi mereka. Hanya ada perasaan tergelitik halus di sekujur tubuh. Harry melihat api yang berputar itu masuk seperti kilat ke dalam jam pasir, lalu lenyap. Detik berikutnya jam pasir itu bersinar terang seperti matahari dan pelan-pelan mulai berputar, makin lama makin cepat.

“Harry kalungkan rantainya!” perintah Hermione. Dan tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan cepat mengalungkan rantai itu di lehernya. 

Jam pasir terus berputar dengan kecepatan menakjubkan. Seiring dengan itu sosok mereka diterbangkan ke tengah bayangan samar warna-warna dan bentuk-bentuk. Dentuman-dentuman yang begitu keras dan bertubi-tubi membuat telinga Harry sakit. Kepalanya pening. Ia begitu mual dan merasa sebentar lagi akan jatuh pingsan!

Mendadak semua gelap gulita.

 
« Last Edit: May 12, 2007, 04:11:39 PM by Cliodna » Logged
harrypotterindonesia.com
« Reply #1 on: May 12, 2007, 03:55:59 PM »

 Logged
Pages: [1]
  Print  
 
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.8 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC Valid XHTML 1.0! Valid CSS!

supported by : IndoLowonganKerja.com