harrypotterindonesia.com
July 30, 2010, 11:42:42 AM *
Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length
News: Selamat datang di Forum HPI yang baru. Silahkan melakukan Registrasi untuk ikut berdiskusi di forum ini. Mari kita jaga Forum ini bersama.
 
   Home   Help Search Login Register  
Pages: [1]
  Print  
Author Topic: Jika Saja Kau Sabar Menunggu  (Read 803 times)
Chasentrustilbee
HPI
**

Karma: +3/-1
Posts: 19


have you ever realized?


WWW
« on: November 19, 2009, 05:04:35 AM »

A/N : Ini fanfic kedua Chacha. maaf kalo rada-rada OOC ya hehe pairingnya? teteeeep! Dramione  Cool enjoy!

Kau terduduk lemas di antara keramaian malam itu. Ruang rekreasi Gryffindor, penuh dengan Butterbeer yang dipesan dari the Three Broomsticks, Bertie Bott’s Kacang Segala Rasa yang wajib ada, sebotol Wiski Api Ogden yang Dean sembunyikan diam-diam, teriakan-teriakan membahana, tawa dan tangis yang bercampur sekaligus, semua yang masuk ke dalam daftar barang-barang yang harus ada sebelum mereka berpisah.

Ya, berpisah. Kau telah menceklis satu per satu barang yang ada di daftar itu. Tawa, air mata, alamat rumah teman-teman Gryffindormu, pelukan, ciuman persahabatan, tukar kado, berbagi rahasia, pertanyaan-pertanyaan memalukan sekalipun, semuanya. Semuanya tak perlu lagi kau khawatirkan mulai dari sekarang, bagaimanapun kau telah mendapatkan keperluanmu jika kau ingin mengontak sahabat-sahabatmu setelah perpisahan besok pagi.

“… Bahkan aku tak yakin Malfoy tak akan sedih meninggalkan Hogwarts!” Lalu suara itu tertawa dan melanjutkan pembicaraanya lagi. Hanya kata-kata itu yang dapat kau tangkap di tengah kegaduhan Ruang Rekreasi. Kau bahkan tak tahu siapa yang mengatakannya.
Lalu kau ingat satu hal yang tidak seharusnya kau ingat. Ya, Malfoy.

Di lain sisi, kau telah terbiasa dengan teriakan-teriakan kotornya setiap hari, tatapannya yang mencemooh yang selalu kau lihat di koridor, atau senyum liciknya yang tak pernah hilang dari bibirnya, tawanya bersama anak-anak Slytherin yang kau dengar setiap pagi, ejekan-ejekannya yang tak berperasaan setiap kau bertemu di ambang pintu Aula, cibirannya ketika kau mengacungkan tanganmu di udara di setiap kelas, dan hal-hal hina lain yang tak sepantasnya kau ingat sekarang.

Seketika kau ingat bahwa tak akan lagi bertemu dengannya, mendengar teriakan-teriakan kotornya setiap hari, melihat tatapannya yang mencemooh yang selalu kau lihat di koridor, atau senyum liciknya yang tak pernah hilang dari bibirnya, mendengar tawanya bersama anak-anak Slytherin setiap pagi, ejekan-ejekannya yang tak berperasaan setiap kau bertemu di ambang pintu Aula, atau cibirannya ketika kau mengacungkan tanganmu di udara di setiap kelas.

Kau  senang, bukan? Hidupmu tak akan terganggu lagi. Hidupmu akan sepenuhnya tenang, tanpa seorang Malfoy yang mengejekmu. Kau senang. Kau bahagia.

Atau, mungkin juga tidak?

Hermione, kau tak bisa membohongi hati kecilmu. Boleh jadi sekarang bibir kecilmu menyunggingkan segaris senyum kemenangan. Boleh jadi sekarang otakmu tengah berpikir betapa senangnya nanti jika Malfoy tak ada di sekitarmu, dan lalu membuang seluruh berkas tentang Draco Malfoy yang ada di dalam sana. Boleh jadi hatimu berbunga kali ini.

Tapi hati kecilmu? Teliti lebih lama lagi, susuri setiap inci jejak-jejak kecil pembuluh darahmu, dan ketika kau sampai di sana, yang kau rasa hanya sebongkah perasaan yang amat mendalam.

Kau tak akan melihatnya lagi, Hermione. Kau tak akan berjumpa lagi dengan Draco Malfoy.

Sekarang kau tahu apa rasanya? Bukan, bukan rasa senang yang tadi kau rasakan di dalam hatimu. Bukan pula rasa bahagia yang kau lukiskan lewat senyum di bibirmu. Simpan semua itu, karena kini kau tahu rasa itu.

Kau berdiri dari dudukmu, seraya berjalan menghindari kegaduhan ruang rekreasi. Setelah beberapa detik, kau bahkan telah sampai di depan pintu ruang asramamu, di depan lukisan Wanita Gemuk. Ia bertanya keheranan mengapa kau terengah-engah seperti itu, tapi kau tak ada waktu untuk melayaninya. Kau terlalu sibuk berpikir, kau terlalu sibuk merasakan apa yang tengah dirasakan hati kecilmu. Lelah? Salahkan saja dirimu sendiri. Mengapa tadi kau susuri rasa di dalam hati kecilmu?

Kau berlari melewati koridor-koridor yang gelap. Beberapa detik lalu masih terdengar suara lukisan Wanita Gemuk meneriaki namamu, menyuruhmu agar kembali karena ini sudah larut malam. Kau tak mau kembali. Yang harus kau lakukan sekarang adalah lari dan lari.

Kau tak tahu harus kemana, tapi ada seseorang dalam hatimu yang menuntunmu perlahan-lahan. Ke tempat yang lebih terang daripada koridor ini. Tempat yang lebih tenang. Kau tahu dimana, dan kau terus berlari. Hingga kini, tempat yang kau tuju adalah nyata.

Kau berhenti berlari dan mencoba mengatur napasmu yang tersengal. Kau berjalan perlahan, menyusuri turunan bukit. Kau berhenti ketika beberapa meter darimu terdapat sebuah danau hitam yang luas. Kau berhenti ketika kau menyadari bahwa kau benar, inilah tempat yang kau cari. Kau berhenti ketika kau menyadari bahwa sesosok bayangan tengah duduk di samping danau, memeluk kakinya yang terlipat.

Kini kau berjalan perlahan menuju sosok itu. Perlahan, karena kau tak mau ia terganggu dan pergi. Lalu kau duduk jauh di sebelahnya. Kau takut jika ia akan memandangmu dengan rasa benci jika kau duduk tepat di sebelahnya.

Kau melipat kakimu dan memeluknya kedinginan, lalu melirik ke sebelah kirimu. Kau terhanyut, Hermione. Bahkan kau sama sekali tak sadar bahwa yang menerangi wajahnya malam ini adalah bulan purnama. Kau tak sadar, ‘kan, kalau sosok itu pun sedang melirikmu?

“Terpesona, Granger?” ujar sosok itu tiba-tiba.

Kau tersentak kaget, lalu memalingkan wajahmu ke dasar danau. Pipimu memerah dan kau akan mengutuk dirimu sendiri jika ia sampai mengetahui bahwa pipimu merah. Sosok itu tertawa mengejek.

Entah berapa jam kau berada di sana. Memandangi pantulan wajahnya di atas riak air danau yang tenang, jauh di sana. Kau tak berani memandang sosok aslinya. Kalian berada di sana dalam diam. Diam yang nyaman. Kau tak pernah merasa sehangat ini di antara angin malam yang menusuk tulang rusukmu. Kau tak tega melontarkan sepatah kata, karena itu akan merusak kehangatanmu.

Kau ingin terus berada di sini, sekarang. Tapi di sisi lain, kau tahu jika kau tetap berada di sini, maka perasaanmu lama-kelamaan akan menyakitimu dan membunuhmu pelan-pelan, karena kau tahu kau tak akan bertemu lagi dengan besok, lusa, minggu depan, bulan depan, bahkan mungkin selamanya?

Maka kau biarkan dua butir air matamu menetes, dan mengalir hangat di pipimu. Seolah menguatkan hatimu untuk pergi dari tempat ini.
Kau mengikuti kata hatimu. Kau berdiri dari dudukmu untuk kedua kalinya. Bukan berdiri untuk menemui, tapi berdiri untuk meninggalkan. Kau berbalik, lalu berjalan perlahan. Suara gesekan daun yang kau injak seolah menarikmu agar jangan pergi. Tapi kau tahu, kau harus pergi.

Kau menoleh ke belakang, memandangnya untuk terakhir kali. Memandang sosoknya yang familiar, memandang rambut peraknya yang tertiup angin, memandang kulitnya yang pucat. Lalu kau ingin mengucapkan selamat tinggal, namun kata-kata itu tercengkat di tenggorokanmu. Ingat Hermione, ia tetap musuhmu.

Setelah kau meninggalkannya cukup jauh, kau bahkan sempat berharap ia akan mengucapkan selamat tinggal. Harapan bodoh! Dan kau menertawakan dirimu sendiri. Lalu berlari kencang menuju tempatmu semula.

Di sebuah tempat yang tenang, dimana terdapat sebuah danau hitam yang luas yang kini diterangi bulan purnama, dimana beberapa menit yang lalu seorang gadis Gryffindor duduk di pinggirnya, seorang pemuda Slytherin yang masih duduk diam di pinggir danau memaki dirinya sendiri karena terlambat mengatakan tiga buah kata yang seharusnya memang tak ia katakan.

Hermione, jika saja kau tinggal lebih lama, besok bukanlah perpisahan untukmu dan pemuda Slytherin itu karena kau akan tahu bahwa ia mencintaimu. Itu jika kau lebih sabar menunggu.

review? kritik dan saran sangat diterima
Logged

harrypotterindonesia.com
« on: November 19, 2009, 05:04:35 AM »

 Logged
Lala D.M
Slytherin
HPI
**

Karma: +17/-9
Posts: 168


Life is to loving everyone!


WWW
« Reply #1 on: November 19, 2009, 05:47:23 AM »

Hai Chacha. Sebelumnya, salam kenal dulu ya!

Cha, hmm, FF kamu bagus kok. Emang sih udah banyak FF tentang DraMione, tapi tetep aja bagus. Lala nggak pernah bosen kok baca FF DraMione!
*lirik FF-FF sendiri, banyak DraMione*

IMO, apa nggak kependekan ya? Misalnya deskripsinya lebih dijelasin lagi? Lebih detail gitu?

Oh ya, Chacha mau nggak ngereview FF Lala yang Kesalahan Kedua? Ceileh, promosi dimanapun kapanpun dan. Biarin.
*ketipketip*

Udah ah, capek ngetik. Keep writing yo! Karma nyusul ya, lagi di hape.
Logged

Look!



There is SEOUL in my eyes.
harrypotterindonesia.com
« Reply #1 on: November 19, 2009, 05:47:23 AM »

 Logged
Chasentrustilbee
HPI
**

Karma: +3/-1
Posts: 19


have you ever realized?


WWW
« Reply #2 on: November 19, 2009, 05:57:49 PM »

Makasih ya Lala udah review Cheesy eh? Kurang deskripsi ya? Abisnya pas terakhir-terakhirnya kena writer's block jadi aneh gini deh endingnya. Oke Lala, tungguin aja reviewnya ya. Hidup Dramione! Hehe :p
Logged

Potterix
Ravenclaw
HPI
**

Karma: +9/-23
Posts: 167


My live in the Dark


« Reply #3 on: November 19, 2009, 11:52:45 PM »

Romantis. Aku seneng, banyak yang bikin cerita tentang Draco dan Hermione. Andaikan mereka satu asrama. Gimana, ya?
Logged

Cool,handsome and smart.

Salam kenal,Potterix
Chasentrustilbee
HPI
**

Karma: +3/-1
Posts: 19


have you ever realized?


WWW
« Reply #4 on: November 19, 2009, 11:57:00 PM »

@potterix makasih reviewnya ya Cheesy kalo satu asrama? Wah kalo kata Chacha malah gak rame entar haha
Logged

inessegreenze
HPI
**

Karma: +3/-0
Posts: 22



« Reply #5 on: November 20, 2009, 03:30:27 AM »

hai salam kenal ya hehe

Fanfic DraMione lagi oye oye, Fanfic kamu bagus deh aku selalu suka yang namanya fanfic dramione  Grin

tetep nulis fanfic dramione lagi ya
Logged
Poethree Granger Watson
Gryffindor
HPI
**

Karma: +7/-7
Posts: 68


Poethree Granger Watson


« Reply #6 on: November 28, 2009, 06:57:19 AM »

dramione........
again.........
kueren buanget......
terus bikin FF tentang dramione yaaaa........
poe selalu suka kalau FF-nya tentang dramione......
Logged

I Need A Friend....
monica_regulus
HPI
**

Karma: +1/-0
Posts: 33


I Love Emma Watson and SHINee =]


« Reply #7 on: December 31, 2009, 04:13:43 AM »

keren, sedih sih lbih tepat na..
kasian ma hermione na,haha..
draco sok cool nh,hwhw..
*emang cool*
Logged

Rha-Rha
HPI
**

Karma: +1/-2
Posts: 61


Next Generation..


WWW
« Reply #8 on: April 25, 2010, 09:46:29 PM »


hay..
Salam kenal..

Jujur aja,deh ni..
Rara Sukaaaa.. banget ma FF ini.. *jumpalitan*

Keren,banget..banget deh..

Draco juga,sok cool.. *dipelototin sama monica,gara2 copy paste..*

ehh,tapi emang bener..kok,
dari lahir juga emang cool..

*GUBRAKKSSS..!!!* *nampol kepslok*

udah ahh..
jadi gk jelas..

Keep Writing yahh.. Wink Wink Wink
Logged

~ it's specially for you..~
Nafissa Wheezes
Gryffindor
HPI
**

Karma: +94/-26
Posts: 539


WWW
« Reply #9 on: May 04, 2010, 05:15:31 AM »

Hai, Chacha!

Saya suka sama FF nya. >.< PoV orang ketiga serba tau gitu yak? *maap kalo sotoy* Ga ada OoC kalo menurut saya mah. Draco banget itu, dan Hermionenya juga dia banget. Tapi kalo di danaunya agak lamaan dikit, bakalan lebih dalem kali ya? Hihi. Ah, tapi mah gini aja udah bagus kok. Serius.

Ada Dramione yang lain? *obrak-abrik board fanfic*
Logged

proud to be..
~Hobi makan sambil Ngegosip?
~Masak sambil Curhat?
~Bangunin Singa tidur?
Hayuk ke GRYFFINDOR
Desya Malfoy Lovegood
HPI
**

Karma: +1/-1
Posts: 61


I'm Ryence Saxon


« Reply #10 on: May 06, 2010, 01:27:41 AM »

baguss kerenn . salam kenal. maaf baru smpat review padahal udah baca lama banget Smiley dialognya kurang nihh lol *reques* tapi bagus kokk, review FFku yg gaje ya!
Logged

sevachi
Slytherin
HPI
**

Karma: +17/-4
Posts: 205


Fakers gonna fake.


WWW
« Reply #11 on: May 10, 2010, 10:57:20 AM »

Halo Chacha, salam kenal Smiley (Namanya kayak nama panggilan adik aku.)

Fic-nya bagus, Cha, suasananya cukup romantis. Cuma, apa nggak kecepetan ya? Perasaan Hermione baru nyame Danau tapi detik berikutnya udah pergi lagi. Mungkin karena gak sabar itu ya?

Draco ga OOC. Menurut aku malah Hermione yang agak OOC; jauh-jauh pergi ke Danau cuma mau lihat Draco untuk yang terakhir kalinya---di mana pride-nya?

Tidak usah dipikirkan.

Juga ingin tanya: Draco tau gak kalau Hermione nangis? Mungkin Slytherin-Pride-nya mencegah dia untuk datang dan memeluk Hermione. Soalnya, kalo iya, bukan Draco Malfoy namanya.

Udah, segitu aja (tiba-tiba udahan). Maaf kalau komentar saya tidak penting.
Tetap menulis!
Logged

"Knowledge cannot replace friendship. I'd rather be an idiot than lose you."
— Patrick to Spongebob

Take a look on my Tumblr: sevachi
Pages: [1]
  Print  
 
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.8 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC Valid XHTML 1.0! Valid CSS!

supported by : IndoLowonganKerja.com