harrypotterindonesia.com
July 30, 2010, 11:28:56 AM *
Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length
News: Selamat datang di Forum HPI yang baru. Silahkan melakukan Registrasi untuk ikut berdiskusi di forum ini. Mari kita jaga Forum ini bersama.
 
   Home   Help Search Login Register  
Pages: [1]
  Print  
Author Topic: Menghilangnya Ron  (Read 1219 times)
indieraa
HPI
**

Karma: +0/-0
Posts: 16


« on: June 19, 2009, 04:21:30 AM »

Haii semua ..
Ak penulis pemula nih. Ini baru FF pertama.
Tolong ya .. kalo mau komen, kritik, saran dll ditulis ya!
kan bisa nambah ilmu ngarang ..
Selamat Membaca !!

***

Siang yang cerah itu dimanfaatkan Harry untuk bersantai. Ia sedang membaca sebuah buku. Tiba-tiba Hermione masuk ke ruang rekreasi. Hermione terlihat lelah. Sepertinya Ia berlari ke sini.
"Fiuh," katanya.
"Kau terlihat lelah. Duduklah. Pasti kau berlari," kata Harry. Hermione mengangguk.
"Apa kau melihat Ron?" tanya Hermione.
"Tidak, justru aku sedang menunggunya," balas Harry, "Memang kenapa?"
"Waktu pelajaran Ramalan tadi, tongkatnya tertinggal," kata Hermione.
"Mungkin dia di dapur. Atau dia bertemu Hagrid," tebak Harry.
"Ya sudah. Kita cari saja, yuk!" ajak Hermione. Harry berlari ke kamarnya, mengambil jubah, dan bergegas ke dapur. Disana mereka bertemu Dobby.
"Halo, Tuan! Halo, Nona!" sambut Dobby.
"Halo, Dobby. Apa Ron disini?" tanya Hermione.
"Tuan Weasley sama sekali tidak disini, sejak tadi pagi. Tak ada manusia yang datang ke tempat kami hari ini," jelas Dobby.
Hermione tampak kecewa.
"Ya sudah. Terimakasih kalau begitu," kata Harry, yang juga merasa kecewa.
"Sama-sama, Tuan!" kata Dobby gembira. Ia pun kembali ke dalam.
Harry dan Hermione bertemu Fred dan George di jalan.
"Hai, Harry. Hai, Hermione," kata mereka bersamaan.
"Hai," balas Harry. Tapi Hermione buru-buru menyelanya,
"Apa kau melihat Ron?" tanyanya. Fred dan George pun menggeleng. Lalu mereka terus berjalan.
"Ron...Ron. Tidak biasanya kau menghilang," keluh Hermione. Harry mengusap wajahnya.
Mereka bertemu Cedric di tengah jalan.
"Hai, Cedric," sapa Harry. Cedric hanya tersenyum, lalu melanjutkan berjalan.
"Aneh. Tak biasanya orang-orang bersikap begini. Mereka terlihat takut," kata Harry. Hermione melihat ke belakang, memastikan ucapan Harry. Lalu ia mengangguk.
"Kau juga. Biasanya kau tidak diam," lanjut Harry. Hermione menengok ke arahnya. Wajahnya terlihat marah.
"Terus salah, begitu? Kau bilang itu hal aneh yang tidak biasa di Hogwarts?" kata Hermione. "Aku sedang memikirkan tempat selanjutnya, dimana kita akan mencari Ron!,"
Harry mengangguk tanda baru tahu. Lalu mereka pun menuju pondok Hagrid.
Hermione mengetuk pintu. Lalu Hagrid membuka pintu dan mempersilakan mereka masuk.
"Ada apa kalian kesini?" tanya Hagrid, sambil menyiapkan dua gelas teh.
"Apa kau tahu dimana Ron? Atau apa kau melihatnya?" tanya Hermione yang kelihatan bersemangat.
"Ron?" Hagrid terlihat ketakutan mendengar pertanyaan Hermione.
"Ada apa, Hagrid?" tanya Harry, yang mencurigai bahwa Hagrid diancam untuk tidak memberitahukan keadaan Ron.
"Di---" kata Hagrid, tapi Hermione buru-buru menyelanya.
"Hagrid, apa yang terjadi padamu? Kau terlihat...tidak seperti biasanya. Kau aneh," kata Hermione.
"Aku-aku tidak ke-kenapa-na-napa," katanya. Tubuhnya bergetar.
"Hagrid, katakan saja," kata Hermione, setengah memaksa. Harry hanya diam.
"Dia pergi ke Hutan Terlarang saat keluar dari sini. Dia tadi kesini, menanyakan dimana Scabbers. Katanya Scabbers kabur," jelas Hagrid.
Hermione tampak kesal. Lalu ia mengucapkan terima kasih kepada Hagrid, dan menarik Harry keluar pondok Hagrid, menuju Hutan Terlarang.
"Hermione, lepaskan!" protes Harry, berusaha melepaskan genggaman Hermione dari tangannya. Tapi Hermione memegang tangannya erat-erat. Ia menyingkirkan tangan kiri Harry yang berusaha melepaskan cengkramannya.
Mereka telah sampai di tengah hutan. Harry pun berhasil melepaskan genggaman Hermione.
Tubuh Hermione bergetar. Harry mendengar ada yang bersembunyi di balik semak. Hermione menggengam tangan Harry.
"Siapa itu?"teriak Harry.
Orang itu tertawa dengan cara yang mengerikan "Ha-ha-ha,"

Siapa atau apa yang bersembunyi di balik semak?
Dimanakah Ron sesungguhnya?


Bersambung ..........






Logged
harrypotterindonesia.com
« on: June 19, 2009, 04:21:30 AM »

 Logged
Dildzy
Slytherin
HPI
**

Karma: +75/-79
Posts: 584


My F*cking Nightmare


WWW
« Reply #1 on: June 20, 2009, 10:28:55 AM »

waw lumayan Cheesy
lanjutkaaaaaaaaaaaannnnnn!!!! *jejeritan* *dibekep*
saya gak merhatiin typo sih. yang penting ceritanya dulu deh. penasaran nih. hayo cepet *maksa* *dibekep*
Logged


I may have failed but I have loved you from the start
harrypotterindonesia.com
« Reply #1 on: June 20, 2009, 10:28:55 AM »

 Logged
amoey chibii chan
Gryffindor
HPI
**

Karma: +10/-7
Posts: 42


aku bisa~aku pasti bisa !! chaiyoo !


« Reply #2 on: June 23, 2009, 09:10:12 AM »

lumayan  Smiley
mana ni lanjutan nya, _hehehe_  Grin Grin
Logged

Albus fadhyla fowl delacour
Member Baru
*

Karma: +0/-0
Posts: 2



« Reply #3 on: June 27, 2009, 03:26:52 AM »

baguzz,,,,,,,,,,,


suer,,,,

Lanjutin donk!!!!!!!!!!!
Logged
Perenelle Flamel
HPI
**

Karma: +0/-0
Posts: 14


No one can beat me


« Reply #4 on: June 28, 2009, 12:48:00 AM »

Ceritanya menarik!! Ditunggu ya lanjutannya  Wink Cheesy Grin
Logged

Imagination is more important than knowledge, and everything you can imagine is real
Sally Jackson
HPI
**

Karma: +1/-9
Posts: 35


♩♪♫♬~Love Piano~♩♪♫♬


WWW
« Reply #5 on: August 21, 2009, 01:56:21 AM »

lanjutiiinnnn!!!!!!!!!!!!!!
Logged
Gryffinerry James McWhirter
Gryffindor
HPI
**

Karma: +28/-15
Posts: 75

"The Power Of ONE"


« Reply #6 on: August 21, 2009, 02:36:44 AM »

wah.. indieraa, tulisan kamu ngeselin bagus lho..!!?
jadi penasaran sama sambungannya..

terus menulis ya..!!?
trus, jangan lupa buat lanjutkan terusin ff ini..
penasaran..  Grin hehehee..
Logged

[big]The Power Of ONE[/big]
indieraa
HPI
**

Karma: +0/-0
Posts: 16


« Reply #7 on: December 31, 2009, 01:23:29 AM »

ff saya punya banyak fans toh
ni lanjutannya:

"Ap-apa it-itu H-Harry?" tanya Hermione gagap.
"Aku tak tahu," kata Harry. Harry memeriksa semak itu. Tak ada apa-apa. Hermione mengusap dahinya.
Suara seram itu terulang lagi. Hermione berteriak pelan. Harry berusaha keras mencegahnya berteriak.
"Siapa itu?" kata Harry lantang, sambil mengacungkan tongkatnya tinggi-tinggi. Ia melihat atas, kanan, kiri, depan, belakang, bahkan bawah. Tak ada apa-apa. Hanya ada dia dan Hermione. Harry meneguk ludah, sedikit gemetar. Hermione mencabut tongkat sihirnya dengan hati-hati sekali. Tangannya bergetar hebat. Ia berusaha untuk tetap tegar.
"Tunjukkan dirimu!" kata Hermione, ketakutannya sedikit demi sedikit hilang.
Harry dan Hermione kembali memeriksa pohon dan semak-semak.
Suara tawa serak-basah itu terdengar lagi. Harry mengusap keringatnya.
Mereka berjalan terus, tak peduli sudah di tengah hutankah mereka.
Mereka mendengar ada orang berjalan.
"Harry, apakah kau mendengar ada yang berjalan?" tanya Hermione, kembali mencabut tongkatnya. Harry mengikuti Hermione, mencabut tongkatnya. Mereka berdua memeriksa sekitar. Ada orang yang berlari. Harry dan Hermione secepat mungkin menyusulnya.
Harry berhasil menangkap bagian belakang jubah orang itu. Orang itu berusaha sekeras mungkin melepaskan cengkraman Harry di jubahnya. Tapi cengkraman Harry sangat kuat. Tambah lagi, Hermione membantu Harry mencengkeram jubah orang tak dikenal itu. Harry membuka selubung yang menutupi wajah orang itu. Dia adalah Ron!
"Harry? Hermione?" tanya Ron. Ekspresinya terlihat bukan ekspresi dirinya. Nada bicaranya juga tak wajar.
"Ron!" Hermione berteriak pelan. Tapi Harry menghalangnya.
Harry mengacungkan tongkatnya ke Ron.
"Sejak kapan kau betah pakai jubah panjang?" tanya Harry. Ron bergetar. Hermione mulai menemukan kejanggalan pada Ron.
Keringat dingin mengucur dari sekitar Ron. Tubuhnya bergetar hebat.
"Kau Ron palsu, kan?" kata Hermione. "Sikapmu sama sekali tak seperti Ron,"
Tubuh Ron palsu itu bergelembung seperti orang yang sudah meminum Ramuan Polijus dalam dosis kecil. Sedikit demi sedikit wujud orang itu berubah. Dia adalah Malfoy!
Harry mendorong Malfoy ke pohon dan mengacungkan tongkatnya di leher Malfoy. Malfoy sendiri berusaha melepaskan diri.
"Katakan dimana Ron," kata Hermione, setengah mengancam.
"A-ak-a-aku tidak ta-tahu," katanya gagap. Hermione mengacungkat tongkatnya ke dahi Malfoy.
"Katakan dimana Ron!" paksa Harry. Dengan gemetar, Malfoy menunjuk arah kanan.
"Sampai kau bohong, awas," ancam Hermione, membuat Malfoy takut. Harry mencengkeram bagian belakang jubah Malfoy dan menggeretnya. Hermione berjalan di depan, seraya mengucapkan "Lumos,"
Terdengar suara minta tolong. Harry, Hermione, dan Malfoy berlari. Malfoy terpaksa digeret.
"Ron!" jerit Hermione.
Kaki dan tangan Ron diikat. Awalnya mulutnya juga diikat, tapi kelihatannya Ron berhasil melepaskannya.
"Diffindo!" ucap Hermione. Tali yang mengikat tangan dan kaki Ron pun lepas. Ron berdiri.
"Ron! Apa yang terjadi padamu?" tanya Harry. Ron masih terlihat shock.
"Ya sudah, sebaiknya kita bawa dia ke Hogwarts. Tidak aman di sini sendirian, saat senja," Hermione mengingatkan. Harry, Hermione, Ron, dan Malfoy pun berjalan menuju kastil. Di depan ada Filch!
"Apa yang kalian lakukan di luar kastil saat senja?" tanya Filch. Malfoy meneguk ludah. Filch pun membawa mereka ke Profesor McGonagall.
Sesampainya di ruangan McGonagall,
"Profesor, saya menemukan keempat anak ini di gerbang masuk kastil," lapor Filch. Keempat murid itu tertunduk lesu.
"Apa yang sudah kalian lakukan?" tanya McGonagall, memulai interogasi.
"Kami mencari Ron," jawab Hermione. McGonagall mengangguk.
"Memang kenapa dengan Weasley?" tanyanya.
"Tongkatnya tertinggal di kelas tadi. Saya mencarinya, tapi tak ada. Saya bertemu dengan Harry di Ruang Rekreasi dan saya bertanya kepadanya dimana Ron," jelas Hermione. "Kami mencarinya di kelas, di asrama, bahkan di dapur tetapi kami tidak berhasil menemukannya. Sampai muncul ide dari Harry untuk menanyakan kepada Hagrid. Hagrid berkata Ron ada di Hutan Terlarang," lanjutnya.
"Apa yang dikatakan Hermione itu benar, Profesor. Kami pun masuk ke Hutan Terlarang. Kami mendengar suara orang. Saat orang itu berlari, kami mencegahnya. Begitu kami buka selubung yang menutupi wajahnya, itu adalah Ron. Tapi kami segera meyakinkan diri bahwa orang itu bukan Ron. Dari ekspresinya, gaya bicaranya, bahkan cara berpakaiannya pun kontras sekali dengan Ron asli. Lalu saat kami mengancamnya, sekejap tubuhnya berubah jadi Malfoy," Harry menambahkan Hermione.
"Lalu saya bertanya kepada Malfoy tentang keberadaan Ron. Saat kami tiba disana, kaki dan tangan Ron sudah dalam keadaan diikat," tambah Hermione, lagi. "Kami pun melepasnya. Begitu kami tanyakan Ron, dia sudah dalam keadaan shock,"
"Baiklah. Nona Granger, antar Tuan Weasley ke Madam Pomfrey dan minta Obat Pereda Shock," perintah McGonagall. Hermione bersama Ron pun pergi menghadap Madam Pomfrey.
"Tuan Malfoy, jelaskan mengapa kau menyekap Weasley," tanya McGonagall. Ia membetulkan kacamatanya.
"Tuan Potter, kau boleh kembali ke asramamu," kata McGonagall. Harry keluar ruangan, namun ia tidak kembali ke asrama. Ia mendengarkan pembicaraan dari depan pintu selagi tidak ada orang yang melihat.
"Apa maksudmu menyekap Weasley?" tanya McGonagall.
"Sa-saya ingin membalas perbuatannya," jawab Malfoy. Suaranya agak bergetar.
"Apa yang dia lakukan terhadapmu?"
"Dia mengatai saya. Saya sedang marah dengan salah satu anak Slytherin dan dia melihat saya berjalan dengan marah.” Malfoy tertunduk lesu.
“Lain kali kau harus mengontrol emosimu. Kau boleh pergi. Tapi ingat. Detensi Rabu malam.”
“Baik, Profesor.”
Sebelum Malfoy keluar, Harry berlari ke Rumah Sakit, hendak melihat Ron. Untung Madam Pomfrey sedang di kantornya.
"Ron, apakah kau baik-baik saja?" tanya Harry, begitu sampai di kasur Ron.
"Yeah."
"Dimana Hermione?"
"Eh? Baru 5 menit di--HAH?!"Ron tampak kaget."Baru sekitar semenit lalu dia ke toilet. Kau tidak bertemu dia?"
"Tidak."
"Oh....Tidaaaakk.."

THE END









Logged
sevachi
Slytherin
HPI
**

Karma: +17/-4
Posts: 205


Fakers gonna fake.


WWW
« Reply #8 on: January 16, 2010, 11:30:19 AM »

Masih banyak typo, Indieraa, dan tata bahasa yang kurang pas. Bisa kamu edit lagi. Sebelumnya, aku koreksi boleh? Smiley

Quote
Siang yang cerah itu dimanfaatkan Harry untuk bersantai. Ia sedang membaca sebuah buku. Tiba-tiba Hermione masuk ke ruang rekreasi. Hermione terlihat lelah. Sepertinya Ia berlari ke sini.
"Fiuh," katanya.
"Kau terlihat lelah. Duduklah. Pasti kau berlari," kata Harry. Hermione mengangguk.

Kita ambil sedikit aja. Untuk penggunaan kata 'ia' di tengah kalimat, sebaiknya gunakan huruf 'i' kecil, bukan 'i' kapital. Terus, aku rasa penggunaan kata 'kata' (yang di-bold) kurang pas. Gimana kalau 'desah'?
Daaan, untuk dialog antar-tokoh, lebih baik diberi jarak satu baris. Biar gak terlalu capek bacanya. Jadi begini:

Quote
Siang yang cerah itu dimanfaatkan Harry untuk bersantai. Ia sedang membaca sebuah buku. Tiba-tiba Hermione masuk ke ruang rekreasi. Hermione terlihat lelah. Sepertinya ia berlari ke sini.

"Fiuh," desahnya.

"Kau terlihat lelah. Duduklah. Pasti kau berlari," kata Harry. Hermione mengangguk.
Kan kalau gini lebih enak--meskipun gak sepenuhnya.

Oh iya, kalau mau bikin cerita multi-chapter, kenapa gak bikin thread baru khusus C&C, supaya gak keganggu aja kalau kamu mau posting lanjutan ceritanya.

Lalu, seperti kata Ambu, penggunaan awalan 'di' dan 'ke' yang diikuti oleh nama tempat seharusnya dipisah.
Misalnya: dimana ---> di mana, kesini ---> ke sini. Tolong perhatikan, ya.

Quote
Ia melihat atas, kanan, kiri, depan, belakang, bahkan bawah.
Kalimat ini terlalu bertele-tele. Kalimat 'Ia melihat ke sekelilingnya' juga udah cukup, kok.

Ceritanya kurang deskripsi, say. Padahal kamu bisa deskripsikan tentang kondisi Hutan waktu Harry dan Hermione mencari Ron, atau keadaan di Ruang Rekreasi. Aku gak begitu ngerti apa sebab Draco marah-marah kayak gitu. Seperti yang bukan-Draco. Lagian, dia dapet Polijus dari mana? Bisa diperjelas lagi? Dan ending ceritanya... jujur aku gak ngerti sama sekali. Apa mereka mengira Hermione menghilang juga?

Perbaiki lagi ya. Keep writing! Wink
Logged

"Knowledge cannot replace friendship. I'd rather be an idiot than lose you."
— Patrick to Spongebob

Take a look on my Tumblr: sevachi
Pussycat Doll~Ilma
HPI
**

Karma: +4/-0
Posts: 30


Pussycat!


« Reply #9 on: January 21, 2010, 11:50:33 PM »

Bagus lho. Betul kata kak sevachi  Grin. Nggak enak kalo liat tulisan kalo kayak begitu. Kayak terlalu mepet gitu. Maksudku, enter-nya dua kali. Aku contohin, ya. Kayak begini:

Quote
"Halo, Tuan! Halo, Nona!" sambut Dobby.

"Halo, Dobby. Apa Ron disini?" tanya Hermione.

"Tuan Weasley sama sekali tidak disini, sejak tadi pagi. Tak ada manusia yang datang ke tempat kami hari ini," jelas Dobby.

Hermione tampak kecewa.
"Ya sudah. Terimakasih kalau begitu," kata Harry, yang juga merasa kecewa.

"Sama-sama, Tuan!" kata Dobby gembira. Ia pun kembali ke dalam.

Boleh di edit kalau mau.  Wink   Cheesy
Logged
Chattleya Valdhyvia Delacour
Member Baru
*

Karma: +0/-1
Posts: 8


« Reply #10 on: January 27, 2010, 04:24:45 AM »

Wah baguz tuw...
Apa lagy ada cedric nya..
Lanjutannya ntar ada cedric juga ea...?
Logged
Bryan Sinaga
HPI
**

Karma: +1/-0
Posts: 16


Hore akhirnya Gryffindor menang Quidditch Cup


« Reply #11 on: February 06, 2010, 03:37:25 AM »

Wow  Cheesy bagus banget  Shocked benar-benar berbakat menjadi penulis seperti J.K.Rowling, pasti nanti sukses besar  Cool .
Logged

Do it best in this life.
Rhienesmee™ Ravculletta [Raven's Tourist]
Ravenclaw
HPI
**

Karma: +45/-51
Posts: 511


Just me, Rhie-nesmee Ravengood [Holiday-ers]


WWW
« Reply #12 on: February 06, 2010, 07:00:54 AM »

Bagus deh, FFnya.. Tapi emang aku rada bingung membedakan tiap-tiap paragrafnya. Tapi, Overall bagus, kok! Keep writing, yaa!
Logged

RHi3™-Nesmee De~ViZ FLanKz [Raven's Tourist] RavenGood [Raven's PHoeNiX]




Ravenclaw is My Life...
Ravenclaw in My Life...
Ravenclaw is My House...


mou.lovegood
Member Baru
*

Karma: +0/-0
Posts: 6


« Reply #13 on: February 11, 2010, 03:56:31 AM »

bagoooos!! Grin
tapi saran saya, tolong lebih banyak diberi jarak antara baris satu dan yang lainnya. biar gak terlalu mumet liatnya. ok?  Cheesy

ceritanya udah bagus kok  Wink
Logged
Pages: [1]
  Print  
 
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.8 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC Valid XHTML 1.0! Valid CSS!

supported by : IndoLowonganKerja.com