harrypotterindonesia.com
July 30, 2010, 11:25:14 AM *
Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length
News: Selamat datang di Forum HPI yang baru. Silahkan melakukan Registrasi untuk ikut berdiskusi di forum ini. Mari kita jaga Forum ini bersama.
 
   Home   Help Search Login Register  
Pages: [1]
  Print  
Author Topic: I ALWAYS GET WHAT I WANT  (Read 303 times)
Desya Malfoy Lovegood
HPI
**

Karma: +1/-1
Posts: 61


I'm Ryence Saxon


« on: June 27, 2010, 03:31:59 AM »

I'm back Smiley kembali nulis fanfic, padahal catatannya sudah hilang..
Fanfic ke-2 maklumlah masih abal Smiley

Enjoy ya !

Timeline: 1996
Cast: All of JK Rowling character
Pairing: Draco Malfoy-Ginny Weasley (bercanda xP)


Selepas pertandingan Quidditch Slytherin VS Gryffindor...
Seorang pemuda pucat berdiri dengan angkuh di depan ruang ganti Slytherin. Jubah hijaunya bersurai melambai-lambai ditiup oleh semilir angin yang berhembus dari luar tenda. Berdirilah dia disana, dengan seorang pemuda jangkung berkulit gelap, Zabini Blaise.

"Bawa dia malam ini, baru ku akui keunggulanmu," kata Blaise seraya menyeringai kearah Malfoy yang masih berdiri pucat pasi disana.

"Akui saja keunggulanku. Taruhan, aku bisa membawanya malam ini ke asrama kita." kata Draco dengan angkuhnya. Cepat-cepat dia pergi keluar meninggalkan ruang ganti dan senyuman seringai Blaise yang berdiri terdiam melihat tubuh ramping Draco yang mulai menjauh.


Malfoy terus berjalan di koridor sore ini. Kekalahan Tim Quidditch nya sama sekali pukulan berat. Jelas saja, Draco tak jadi pemain inti di Tim Quidditch Slytherin tahun ini. Banyak yang mengatakan kalau Draco sakit, padahal dia sama sekali tak sakit, merasa bugar dan dia terlalu malas mengikuti pertandingan bodoh itu. Apalagi Harry Potter menjadi Kapten Tim Gryffindor, jelas, Slytherin kalah jauh, bahkan Uqurhant pun terlalu bodoh untuk menggantikan posisinya sebagai Kapten Quidditch Slytherin.

Sepi. Singa Merah Sialan itu pasti mempersiapkan pesta kemenangan mereka. Bodohnya, apa yang bisa di banggakan oleh kemenangan mereka yang dikarenakan ketidak hadiran Draco? Taruhan, kalau Draco mengikuti pertandingan itu, pasti Singa itu akan kalah. Bisa dijamin. Tunggu. Ngomong-ngomong siapa yang sedang berdiri di depan patung Gargoyle disana? Draco terkejut, cepat sekali ia menemukan target utamanya. Dengan langkah guntai, dia mendekati seorang gadis yang nampaknya berurai air mata, menangis.

"Weasley, kau cengeng banget. Terharu karna kemenangan si Pitak-Potter?" tegur Draco pada Ginny yang menyadari kehadirannya. Lekas, dia menyeka air mata di kedua pelupuk matanya.

"Ngapain kau?" tanyanya sinis. Matanya merah.

"Terserah apa yang ingin kulakukan dong," jawab Draco ringan sembari tersenyum menyeringai.

"Huh, kenapa Ular-Perak-Licik selalu mengganggu sih?" gerutu Ginny kesal. Berbalik, dia berniat pergi meninggalkan Draco.

"Hey, aku hanya ingin mengajakmu untuk.."

"Untuk apa?" tanya Ginny berbalik, masih dengan nada yang dingin.

"Pesta di Slytherin malam ini. Kau mau datang?" kata Draco blak-blakan. Mata kelabunya masih menatap Ginny yang larut dalam kesedihan.

"Tumben.." kata Ginny, nada bicaranya masih sedikit dingin.

"Terserah sih, kau mau datang atau tidak." kata Draco sembari berjalan meninggalkan Ginny yang masih mematung. Mempercepat langkahnya turun menuju asrama Slytherin.


--------------------------


Ruang rekreasi asrama Slytherin di sulap menjadi Ballroom Party. Ramai, meriah. Draco terdiam duduk di sofa sebelah Blaise yang cekikikan sambil mengejek-ejek Malfoy karna kegagalannya yang tak berhasil membawa Ginny Weasley malam ini.

"Gagal," ejek Blaise dengan tampang menyeringai. Senyum kemenangan tersungging di wajahnya.

"Lihat saja, aku yakin dia akan datang," kata Draco menggerutu. Tak kuasa menahan amarahnya karna seorang Draco Malfoy telah diremehkan oleh Zabini Blaise. Bodoh, lagian untuk apa sih dia sesumbar untuk membawa Ginny Weasley yang pasti tak akan datang? Benar-benar tak habis pikir.

"Malfoy, ada yang cari tuh di depan," kata Goyle yang datang bersamaan dengan Crabbe. Mereka membawa snack-snack dan kemudia duduk bersama. Blaise masih tersenyum-senyum melihat kegagalan Draco.

"Nah, ku yakin itu Ginny. Taruhan 100koin Galleon," kata Draco sembari bangkit dan berjalan perlahan menuju pintu masuk asrama Slytherin. Meninggalkan Blaise, Goyle dan Crabbe yang terkikik mengejek Malfoy.

Pintu asrama terbuka ketika Draco mengucapkan kata kuncinya. Matanya terbelalak melihat sosok Ginny yang berdiri memunggunginya. Astaga, Ginny Weasley datang.

"Hei,"

"Oh, aku sudah lama menunggu," kata Ginny berbalik sembari memandang wajah Draco yang kini tersenyum puas.

"Masuk!"

Mereka berjalan menyeruak masuk. Draco berjalan disebelah Ginny yang terbelalak kagum memandang megahnya Ruang Rekreasi Asrama Slytherin. Kehadiran Ginny menarik perhatian anak-anak Slytherin. Apa kata Prof Snape kalau tahu Ginny Weasley diundang keacara pesta anak-anak Slytherin? Oh tidak. Sebagian orang ada yang kagum. Benar, cocoklah jika Draco disandingkan oleh si Populer-Ginny Weasley.

"Wah, jadi ini asrama Slytherin?" tanya Ginny selagi mereka berjalan menuju sofa sudut dinding. Draco tersenyum, matanya mencari-cari keberadaan Blaise. Itu dia, Blaise duduk disudut ruangan bersama Goyle dan Crabbe. Jempol tangannya mengacung di udara, artinya Blaise mengakui kehebatan Draco karna dia berhasil membawa Ginny Weasley kesini. Tersenyum puas, respon Draco pada Blaise.

"Yes, ini asrama kami," jawab Draco sembari mempersilahkan Ginny duduk. "Kau mau minum apa?"

"Sherry saja," jawab Ginny kalem. Dia duduk disofa.

Draco berjalan menuju meja minuman.

"Wishky dua," kata Draco pada pelayan itu.

Kembali menuju Ginny yang masih kagum memandang setiap sudut di Ruang Rekreasi Asrama Slytherin.

"Nih," Draco menyerahkan segelas minuman yang tadi ia pesan.

Ginny meneguk habis air di gelas itu dengan sekali tegukan.

"Rasanya kok kayak Wishky?"

"Itu Sherry kok," kata Draco sambil tersenyum menyeringai. Berpikir betapa bodohnya Ginny.

"Ada angin apa nih mengajakku datang kemari?" tanya Ginny membuka topik.

"Memangnya tak boleh?" tanya balik Draco, "Oh ya, kok kau tidak mengajak Dean?"

"Umm.. kami putus," jawab Ginny kemudian berlinangkan airmata.

"Oh.." Draco jadi merasa bersalah telah mengungkit soal Dean. Oh, apa? Merasa bersalah? Oh no!

"Dan kau tahu, ku lihat tadi Ron memakan habis mulutnya Lavender, memalukan," kata Ginny.

"Maksudmu, mereka.."

"Yeah, Ron selalu melarangku tetapi lihat dia sendiri, uh menyebalkan!" gerutu Ginny.

"Kenapa kau tidak membalasnya? Cuma saran sih, Ron terlalu memanggapmu gadis kecil. Alasanku mengajakmu kesini sebenarnya.. hanya ingin membuat kau merasa bebas saja,"

"Benarkah kau mengajakku melakukan sesuatu yang bebas disini? Di asrama Slytherin?" mata Ginny membesar. Dia senang ternyata ada yang mengizinkannya untuk berbuat bebas. Yeah, Draco Malfoy.

"Yeah, lakukan saja sebebasmu," jawab Draco sambil tersenyum menyeringai.

"Thanks Draco, kupikir kau seorang yang menyebalkan, ternyata--"

"Topeng saja," potong Draco sebelum Ginny mengatakan perkataannya yang membosankan itu. Mata Draco masih terfokus pada Blaise dan teman-temannya.

Dalam diam. Cukup lama mereka terdiam seperti itu. Kemudian Draco kembali membuka mulut.

"Ginny, kau er-mau kencan dengan ku? Anggap saja kau balas dendam pada Ron, kau tahukan kalau Ron sangat membenciku, sepeti kau yang nampaknya membenci Lavender,"

"APA?" tanya Ginny memastikan pendengarannya barusan.

"Kencan denganku," kata Draco. Lagi, dia menampakan senyuman andalannya.

"Umm--jika kau mau menerima makian Ron, aku bersedia," jawab Ginny langsung tersipu.

"I'll try,"

Jemari Draco bergerak membelai rambut merah pirang Ginny. Dilihatnya Blaise dan teman-temannya yang terkikik sembari mengacungkan kedua jempol untuknya. Taruhannya berhasil. Selesai. Ginny merebahkan kepalanya di pundak Draco. Gerutu, Draco membantin sumpah menjijikan melakukan hal ini dengan darah penghianat.


----------------------


Keesokan harinya...

"Kita putus ya, aku sudah bosan," kata Draco ringan sembari berjalan meninggalkan Ginny yang sedang berjalan dengan Hermione Granger di koridor lantai satu siang ini.

"Kau hanya mempermainkan ku?" teriak Ginny. Tak percaya. Ternyata semalam Draco hanya menipunya, atau.. ada maksud lain?

"Kau terlalu bodoh. Aku taruhan dengan Blaise, lagi pula moto ku adalah I always get what I want, kalau sudah bosan ya di buang," Draco berkata dengan entengnya. Hermione terlihat sedikit bingung.

Draco berjalan santai meninggalkan Ginny yang sepertinya menangis, sedikit terdengar bisikan suara Granger yang penasaran.

"Kau jadian dengan dia?" tanya Hermione.

"Yeah, hanya untuk membuat Ron kesal saja kok, tetapi dia.." suara Ginny terpecah. Tangis air mata membasahi pipinya.

"Sejak kapan?" tanya Hermione penasaran, "Oh, mungkin Malfoy tak ikut Quidditch karna kau juga main sebagai lawannya, jangan-jangan.."

"Tidak Hermione," potong Ginny lalu menyeka air matanya.

"Jadi..?"

Hilang. Suara mereka dengan sendirinya hilang ketika Draco berbelok di koridor. Draco tersenyum puas. Gelarnya benar-benar terbukti. Karisma dan pesonanya benar-benar terpancar. Bodoh, sedikit bersalah. Ah, buat apa? Toh siapa juga yang mau berkencan dengan Ginny Weasley? Sumpah, kalau dia gadis terakhir dimuka bumi ini, Draco akan menolak mentah-mentah. Memang dia gadis bodoh, mana mungkin seorang Draco Malfoy yang menyabet gelar Prince of Slytherin yang berdarah murni mau dengannya. Itu mimpi, baginya.



FIN
Logged

harrypotterindonesia.com
« on: June 27, 2010, 03:31:59 AM »

 Logged
Desya Malfoy Lovegood
HPI
**

Karma: +1/-1
Posts: 61


I'm Ryence Saxon


« Reply #1 on: July 05, 2010, 11:58:29 AM »

Hah, lupa mau nulis: "Di Review yakk!!" hhe waktu pas nulis lagi dalam keadaan terdesak jd lupa nulis. Hhi peace Cheesy
Logged

harrypotterindonesia.com
« Reply #1 on: July 05, 2010, 11:58:29 AM »

 Logged
Adabelly Yara Granger
HPI
**

Karma: +0/-2
Posts: 18


« Reply #2 on: July 10, 2010, 10:08:05 AM »

yah , ko ceritanya nanggung sih ? Smiley endingnya bikin penasaran nih . lanjutin dong , kayaknya seru banget kalo di lanjutin Cheesy Cheesy
Logged
Pages: [1]
  Print  
 
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.8 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC Valid XHTML 1.0! Valid CSS!

supported by : IndoLowonganKerja.com