harrypotterindonesia.com
March 21, 2010, 11:11:08 AM *
Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length
News: Selamat datang di Forum HPI yang baru. Silahkan melakukan Registrasi untuk ikut berdiskusi di forum ini. Mari kita jaga Forum ini bersama.
 
   Home   Help Search Login Register  
Pages: [1]
  Print  
Author Topic: Forbidden Love  (Read 712 times)
Rhienesmee™ Ravculletta [Raven's Tourist]
Ravenclaw
HPI
**

Karma: +45/-50
Posts: 508


Just me, Rhie-nesmee Ravengood [Holiday-ers]


WWW
« on: September 27, 2009, 10:16:24 AM »

PROLOG


Timeline : Tahun ke-empatnya Harry & Friends
Pairing : Draco >< Hermione
Disclaimer : Semuanya punya bu JKR.
Rated : T/PG
Genre : Romance/Tragedy
A/N : Eheem, Eheem.. Yeah, aku buat ini soalnya aku suka semuanya yang Forbidden, kayak forbidden love gitu.. Ex : DraMione, Lily >< Snape, RosPius, dll. Juga, aku persembahkan FF ini kepada DraMione shipper. Trus, cerita ini menyimpang banget dari yang di buku dan sedikit (atau banyak) OOCnya. Jadi, nikmatin aja… dan, untuk penjelasan, yang warna merah itu Hermione’s PoV, dan yang hijau Draco’s PoV dan yang biru Rhie’s PoV, atau anggep aja Author’s Note. Kalau yang hitam, ya bukan PoV-nya siapa-siapa.



   Ini adalah tahun keempat mereka semua. Harry mendapat takdir untuk mengikuti Tournament Triwizard. Pada saat pembukaan tournament, diadakan acara pelajaran Telaah Muggle untuk semua murid yang sekarang berada di Hogwarts, dan itu wajib bagi murid pure-blood dan muggle-born tahun ke-4,5,6 dan 7.

Acara ini adalah kegiatan menginap di villa di desa terpencil di London yang isinya muggle semua, dan acara ini akan berlangsung satu minggu. Mereka akan mandi di sungai, mencangkul di sawah, bekerja di toko, dan lain-lain. Mereka, tiap orangnya akan di beri uang 100.000 rupiah (anggep aja disana mata uangnya rupiah, soalnya aku nggak ngerti dollar-dollaran), dan akan di beri tugas untuk berkerja dan mencari uang sendiri-sendiri.

Mereka juga harus mengikuti kegiatan muggle-muggle di sana. Contohnya, mandi di sungai, pergi kemana-mana hanya dengan jalan kaki, mencuci baju dengan tangan, mencuci piring dengan tangan, tanpa sihir, tanpa apapun yang mengandung sihir. Dalam kegiatan itu, mereka akan di dampingi oleh 5 orang auror dari kementrian.

Pure-blood yang tidak ikut akan tidak naik tahun ini, dan akan di beri detensi triple dari Dumbledore, MCGonaggal dan Snape. Jika keberatan, hukuman ditambah dengan harus membantu Filch dalam segala masalah. Atau singkatnya, asisten Filch.

***

   Sekarang di tahun keempatku, Harry bisa ikut Tournament Triwizard! Ough, padahal sepertinya asyik sekali kalau aku bisa ikut tournament itu. Tak tahu kenapa, Dumbledore sekarang malah mengadakan acara Telaah Muggle untuk semua murid Hogwarts, Beuxbaton dan Dumstrang yang mau, tapi anak muggle-born dan pure-blood harus ikut!

Asyik sih, tapi kata mereka, anak muggle-born harus ikut untuk melatih mereka bersosialisasi dengan muggle! Tanpa sihir, tanpa apapun yang ajaib, tanpa pelatihan, akan masuk desa!


***

   Ya ampun, apa yang harus aku lakukan? Aku harus ikut semua kegiatan itu? Cuih! Mana mau aku bergabung dengan muggle kotor yang bau? Apa lagi aku harus melepaskan tongkat sihirku? Tua bangka jelek! Apa yang dia mau? Merusak martabat pure-blood? Tak akan ku biarkan.

   Aku juga benci, harus bersama muggle-born itu, si Granger! Walaupun pintar, ia harusnya memang masuk desa! Kenapa nggak dia aja? Kenapa pure-blood juga di wajibkan ikut? Dasar kepala sekolah kurang kerjaan! Ya sudahlah, mau apa lagi? Terpaksa harus bergabung. Kalau tidak, sanksinya berat sih..


***

   Anggota mereka akan segera berangkat hari senin besok. Semua murid di sediakan 10 setel baju muggle yang telah lusuh dan harus dicuci. Mereka menitipkan tongkat sihirnya kepada auror-auror pendamping mereka. Mereka berangkat dengan angkutan umum yang disewa dari king cross ke villa itu.

   Setelah mereka sampai di desa itu, mereka turun dari angkutan dan berjalan menuju villa yang bernama Largest Villa. Memang villa itu yang paling besar dari villa-villa yang lainnya. Kamar laki-laki ada di lantai 2 dan 3. Sedangkan perempuan ada di lantai 1 dan 2. Takdirpun menyatakan, kamar Hermione bersebelahan dengan kamar Draco!

To be Continued…





Jiahaha... Akhirnya selesai juga. Udah mau ngetik pas mudik sih, tapi nggak nyaman aja kalau pake laptop. Udah aku rencanain sih, dari kemaren-kemaren. Tapi belom kesampaian aja. Baru hari ini aku mulai, dan udah bisa rampung. Ini baru prolognya. Tunggu lanjutannya yah! Kalau FF yang satunya, nanti aku ngumpulin ide dulu. Jangan lupa review lho, habis baca!
Logged

RHi3™-Nesmee De~ViZ FLanKz [Raven's Tourist] RavenGood [Raven's PHoeNiX]




Ravenclaw is My Life...
Ravenclaw in My Life...
Ravenclaw is My House...


harrypotterindonesia.com
« on: September 27, 2009, 10:16:24 AM »

 Logged
Rhienesmee™ Ravculletta [Raven's Tourist]
Ravenclaw
HPI
**

Karma: +45/-50
Posts: 508


Just me, Rhie-nesmee Ravengood [Holiday-ers]


WWW
« Reply #1 on: September 28, 2009, 09:29:38 AM »

CHAPTER 1 = The Largest Villa [Hahah.. Es krim!] [Huuft.. Sawah?!]


Setting : Largest Villa



   Hermione satu kamar dengan Ginny dan Luna. Draco satu kamar dengan Crabbe dan Goyle. Sayangnya Hermione dan Draco tak tahu kalau kamar mereka bersampingan. Hermione dan Draco hanya sering berpapasan di koridor saja, tidak di depan kamar.

   Mereka dijelaskan tugas apa yang harus mereka kerjakan oleh auror itu. “Kalian harus mencari pekerjaan yang ada disekitar desa ini. Mulai dari membantu di toko, mencangkul di sawah, dan lain-lain.” Mereka langsung berpencar berebut pekerjaan. Sawah di desa itu banyak sekali, tapi toko disana hanya sedikit, masih bisa dihitung dengan jari. Mereka berebut untuk mendapatkan pekerjaan di toko, siapa yang mau bekerja di sawah yang kotor, banyak hewan melata dan serangga?

***

   Untungnya aku mendapat pekerjaan di toko es krim. Enak banget deh.. pemilik toko ini sangat ramah dan baik, namanya bu Joanne. Aku di beri bayaran 30.000 per hari. Wah, cukup untuk makan 1 hari. Apalagi masih ada uang jajan dari sekolah. Aku jadi bisa membeli banyak bacaan di sini. Aku juga bisa membeli oleh-oleh untuk Harry, Ron dan orang tuaku. Karena Ron menolak untuk ikut kesini. Padahal asyik kan?

***

   Cuiih! Aku dapet kerjaan di sawah? Oh, my god! Aku tak dapat percaya ini. Hebat, aku harus menyebar benih, menyangkul, menyemprotkan pestisida, memanen, menggiling.. Huek! Untung aku cuman satu minggu disini. Kalau enggak, mendingan aku di buang ke pulau terpencil tapi pake sihir.

   Gajiku hanya 25.000 per hari. Sedikit benar bukan? Untung ada Crabbe dan Goyle, mereka harus memberiku 5.000 dari gajinya untukku. Total, 35.000 per hari. Well, kayaknya uang itu cukup untuk kebutuhanku sehari-hari. Aku juga bisa membeli es krim di toko depan sawah tempat kerjaku. Disana makanannya cukup enak-enak.

   Sekarang aku ada di sini. Yeah, di sini ada Weasel girl dan Loony Lopegood itu, yang aku tahu. Loony yang memberikan daftar menu dan mencatat apa yang aku ingin beli. Sedangkan Weasel girl itu yang mengantarkan makananku. Mereka memakai seragam warna biru-ungu dan memakai celemek warna putih dan topi ungu.

   Aku membeli makanan muggle yang bernama burger, dan es krim mint yang segar. Setelah menghabiskan makananku, aku segera pergi ke kasir. Apa? Dia juga kerja disini? Mud-blood konyol itu? Oh my, god.. Kenapa harus dia? Kalau gitu aku nggak mau kesini lagi. Tapi, terpaksa juga aku harus membayarnya dan harus berbicara dengan mud-blood menjijikkan itu.

   “Meja 5, tolong” ucapku. Mud-blood itu berbalik dan terkesiap, “kau—? Ok, 12.000 rupiah” ucapnya sambil memberikan nota. Aku merogoh sakuku dan memberikan uang 20 ribuan kepadanya. Ia mengambil uang itu dan memberikan 8.000 untuk kembalianku. “Lain kali datang kembali,” ucap mud-blood busuk itu promosi.


***

   Oh my, god.. Dia kerja di mana sih? Kenapa dia harus kesini? Aku pun mengintip keluar, dia mencangkul di sawah depan tokoku! Jelas saja ia membeli disini, dan berarti, dia akan sering kesini! Ya ampun.. sudahlah.. Dari pada aku harus muter-muter cari kerjaan lagi. Mendingan mandangin dia tiap hari—. Lho? Apa-apaan sih aku ini? Buat apa mandangin dia? Mendingan mandangin pemandangan bukit kecil disana serta sungainya yang sangat jernih. Dari pada mandangin cowok jelek itu.

***

   Tiap hari sekarang aku pasti makan di toko es krim itu. Karena toko makanan yang lainnya jauh dari sawahku. Juga karena Crabbe dan Goyle itu yang mengajakku tiap hari ke toko itu untuk berborong makanan.

   Suatu hari, saat masih pagi buta, aku segera mengambil handuk, sabun, shampoo, baju handuk dan baju kaos lusuh serta celana pendek dan bergegas ke sungai dekat bukit di desa itu. Aku harus mandi di sungai itu. Hii.. sebenernya jijik juga sih, mandi disana, walaupun di sana memang ada bak airnya, airnya juga aliran dari sungai, jadi, kadang-kadang ada ikannya. Di sana sudah ada tempat mandi yang dibuat para auror penjaga. Jadi kayak bilik-bilik gitu. 5 bilik cowok dan 5 cewek. Aku mengambil bilik paling pojok dekat bilik cewek, karena hanya bak air disitu yang nggak ada ikannya.

   Aku merasa ada orang di bilik cewek sebelah. Aku mendengar suara ceburan air di sebelah. Setelah aku pikir-pikir, aku pengen ngintip cewek itu. Pengen tahu siapa. Aku manjat di bak mandi yang agak tinggi, dan— “AAWW!!!” aku berteriak. Rasanya kepalaku seperti dipukul dengan tiga pemukul bludger sekaligus! Dan mataku jadi lebih gelap rasanya.

   “Hei! Siapa yang mau mengintipku? Ku hajar kau! Tapi aku harus membasuh rambutku dulu! Jangan kabur! Kalau kabur, akan kulaporkan kepada auror!,” teriak seorang wanita dari bilik sebelah. Suara ceburan air menjadi lebih sering dan keras. Aku juga bergegas menyelesaikan mandiku dengan kilat. Tapi—sudah terlambat. ‘Tok-tok-tok’ cewek itu mengetuk pintu bilikku. “Buka!! Segera! Jangan kabur! Cepat keluar! Tapi pakai baju dulu!” teriak cewek itu melengking.

   Aku segera keluar dari bilikku dengan baju handuk. Aku melihat seorang cewek yang sedang memunggungiku, ia memakai baju handuk dan rambutnya yang masih basah berwarna coklat keemasan karena biasan cahaya matahari. Aku berusaha kabur darinya, tapi ia langsung berbalik kepadaku, dan dia—HERMIONE! “Draco? Berani-beraninya kau?,” ia mengancamku dengan kepalan tangannya kepadaku. Aku jadi teringat tahun kemarin dia pernah meninjuku. Ia meninjuku dan untungnya aku bisa berkelit darinya. Tapi, alhasil dia hampir jatuh karena menggunakan sekuat tenaganya. Tak tahu kenapa, aku menangkapnya. Mengapa aku ini? Kenapa mud-blood itu ku tangkap? Bukannya kalau dia jatuh aku bisa menertawakannya? Hu-uh! Reflek, mungkin.


***

   Aku langsung sadar kalau Malfoy menangkapku, “Heh! Ngapain kamu nolongin aku?,” ujarku yang terjepit. “Dasar kotor! Udah baik aku tolong. Malah marah-marah,” dia melipat tangannya dan bergegas pergi. Sekilas, aku melihat wajahnya memerah. Ya udah, mau apa lagi? Dia kan nolongin aku. Aku bebasin dia deh.

   Aku berbalik ke bilikku tadi dan mengganti baju handukku dengan seragam toko Es krim. Aku segera pergi ke toko itu dan mendapati Ginny sedang menungguku. “Hai, Hermy! Sekarang kita tukeran tempat lho! Aku kasir dan kamu yang mengantarkan pesanan,” ucap Ginny ceria. “Waah, kamu sudah tidak sabar ya? Hehehe… Aku juga ingin mengantarkan pesanan. Keren aja kelihatannya,” balasku.

   Aku masih berusaha melupakan kejadian tadi. “Hermione? Kau masih ada disini?,” tanya Ginny sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku. “Apa? Tentu. Memangnya kenapa?,” ucapku langsung jadi salah tingkah. “Nggak papa. Dari pada ngelamun, masuk aja. Aku baru bikin satu masakan disini. Bu Joanne kan sudah mengijinkanku mencoba membuat masakan baru. Hasilnya tidak terlalu lezat, tapi menarik,” kata Ginny ceria dan langsung menarikku masuk ke dalam dapur.

   “Ini,” Ginny menyodorkan kue coklat bundar yang sudah dipotong-potong yang bertabur kue krispi strawberry dengan siraman sirup mint asli dari toko bu Joanne. “Di dalamnya ada oreonya juga. Enak sekali kan, kelihatannya? Sebenarnya rasanya agak pahit, karena aku pakai dark chocolate. Cobain deh!,” ucap Ginny bangga sambil menyodorkan satu potong kue itu. Aku mencicipinya, rasanya manis, gurih, sedikit asem karena strawberrynya dan pahit, tapi tidak terlalu pahit. “Hmm.. enak kok! Rasanya khas, segar dan manis. Walaupun agak pahit,” pujiku pada Ginny yang langsung nyengir.

   “Ngomong-ngomong, makanan ini namanya apa?,” tanyaku pada Ginny yang masih nyengir. “Ini adalah, ‘Mint Chocoberry Cake’,” kata Ginny. “Trus, ini mau dijual disini? Kalau kita sudah balik ke Hogwarts, trus gimana? Nanti siapa yang membuatnya?,” tanyaku beruntun. “Hmm.. aku sudah bulat, akan ku jual. Tapi nanti ditulis, ‘spesial edisi’ gitu aja. Kan kalau aku pulang nanti juga tinggal bilang, edisinya sudah habis,” ucap Ginny.

   Toko pun buka. Dan tak lama kemudian datanglah Draco, Crabbe dan Goyle. Mereka memesan banyak sekali, 3 burger, 2 Hot dog, 3 Mint Chocoberry Cake, 3 es krim Sunday, 2 es krim Jumbo Mrs. Joanne dan 3 Cappuccino hangat. Aku sampai 4 kali kesana-kemari karena nampannya tidak cukup.

***

   Hahaha.. Sekarang Her— emm Granger itu jadi pengantar pesanan? Lebih rendah dari pekerjaan yang dulu dong! Ah, tapi aku malah jadi petani. Lebih malu-maluin. Tapi, aku lihat Granger itu rambutnya masih keemasan! Mungkin karena terlalu lebat, rambut itu lama sekali keringnya. Tak ada sihir disini. Jadi rambut itu tak akan kering! Lho, aku kok jadi mikirin pelayan bau itu ya? Sudahlah… Tapi, kalau rambutnya keemasan begitu dia cantik lho.. Apa-apaan aku ini, mana ada mud-blood cantik? Ihh… Kayaknya aku perlu tidur deh. “Crabbe, Goyle, kamu tolong bilang dong ke mr. Hans, kalau aku agak nggak enak badan hari ini. Kamu ambil gajiku, tapi harus langsung kau kasihkan ke aku, lho,” jelasku panjang lebar. Crabbe dan Goyle hanya mengangguk-angguk saja dan masih melahap Mint Chocoberry Cakenya. “Tapi, ini buat aku ya?” tanya Crabbe sambil menunjuk burgerku yang sama sekali belum ku sentuh. “Ambil saja. Tapi kamu yang bayar,” kataku tak mau rugi.

   Aku menuju kamarku. Kenapa dulu aku pilih kamar ini ya? Kan disebelah ada Ginger itu. Aku baru tahu kemarin, pada saat itu aku baru mau pulang ke kamar dari sawah. Pada saat itu si Ginger keluar dari kamarnya berlari-lari kecil dan, aku pun menabraknya. Untungnya di koridor itu tidak ada siapa-siapa. Jadi, aku nggak menanggung malu dengan kejadian itu.

   Yah, kotoran itu lagi. Kenapa aku nggak bisa ngelupain dia sih? Jangan-jangan aku suka padanya? Hii… Aku tidur saja deh.

***

   Kenapa di bayanganku selalu ada cowok rambut pucat itu? Oh my, god. Aku kayaknya harus ke Pskiater deh. Kok aku bisa ngerasain ini. C-I-N— tak mungkin! Sama cowok ubanan itu? No way! Oh, tolong.. apa yang akan dikatakan Harry dan Ron kalau tahu ini? Kurang kerjaan banget mencintai Draco..— apa? Apa yang barusan aku pikirkan? Mencintai bajingan itu?

   Baiklah! Aku tak tahan! Aku suka! Aku sayang! Aku—cinta… “Ginny, aku agak nggak enak badan nih.. Tolong ijinkan aku ya. Bye,” ucapku pada Ginny dan langsung pergi ke Largest Villa. Aku ingin menulis.. mencurahkan isi hatiku. Tapi pada siapa?

   Aku mengambil secarik perkamen dan menuliskan curhatku dengan tinta tak nampak :


‘Dear, old parchment..

Aku tak tahu mau apa lagi. Aku rasa dia sudah menjadi bagian dari hidupku. Apa jadinya kalau orang-orang tahu. Oh my, god! Bantulah aku perkamen. Kau pasti mengerti apa yang kurasakan sekarang. Musuhmu adalah tinta.. kau tak mau dinodai tinta.. tapi ku membantumu. Aku menulisimu dengan tinta tak nampak. Kau tak akan ternodai. Kau masih bersih. Kau mencintai tinta tak nampak. Tapi, mana ada Malfoy tak nampak?

Apakah kau mengerti perasaanku? Aku tak akan bisa mendapatkannya. Tapi, mungkin keajaiban dapat membantuku. Perkamen.. apakah kau memiliki keajaiban yang aku dambakan? Tolong.. bantu.. tak bisakah?

Takdir telah menyatakan. Aku tak bisa mengelak. Hanya meronta dalam kepedihan.. Melepaskan diri dari kenyataan.. Tak bisakah? Aku mendapatkannya.. mencintainya dari lubuk hati yang terdalam. Tapi itu seperti menceburkan diri kedalam api. Sahabatku kan pergi. Aku kan sendiri kalau dia tak membalas rasa ini… Aku hanya sendiri.. dalam kesepian.

Rasa ini datang tiba-tiba. Mengagetkan aku dari tidur yang sangat nyaman. Aku dibangunkan oleh laki-laki ini. Ia langsung merebut hatiku. Tak bisa kucegah. Kalau sudah basah, sekalian nyebur saja… Tapi, kaki ku merekat disini. Tak dapat menjatuhkan diri.

Yah, ku biarkan saja cinta ini mengalir terus, dan terus… Hingga akhirnya sampai di muaranya. Sampai jumpa perkamen tua.. Aku akan terus menyimpanmu. Kau kan selalu jadi diaryku..

                     Salam bingung, Hermione Granger




Pfyuuh... Udah kan? Tarra, kak Poe, Mii-chan, dan lainnya? Ok.. Here you are.. Tambah OOC dan lebay bukan? Rhie emang lebay... Nah, jangan lupa ripiu lagi. Request, kritik atau apapun juga boleh termasuk OOT...

Oke.. Tolong cariin ide buat yang selanjutnya juga yak? *Peace*
« Last Edit: September 29, 2009, 06:16:02 AM by RHi3™~CHaN RaVeNCLaW LoVeGooD » Logged

RHi3™-Nesmee De~ViZ FLanKz [Raven's Tourist] RavenGood [Raven's PHoeNiX]




Ravenclaw is My Life...
Ravenclaw in My Life...
Ravenclaw is My House...


harrypotterindonesia.com
« Reply #1 on: September 28, 2009, 09:29:38 AM »

 Logged
Potterix
Ravenclaw
HPI
**

Karma: +8/-20
Posts: 167


My live in the Dark


« Reply #2 on: November 12, 2009, 10:46:07 PM »

Senangnya jadi orang pertama yang me-reply.Ceritanya keren juga.
Logged

Cool,handsome and smart.

Salam kenal,Potterix
Rhienesmee™ Ravculletta [Raven's Tourist]
Ravenclaw
HPI
**

Karma: +45/-50
Posts: 508


Just me, Rhie-nesmee Ravengood [Holiday-ers]


WWW
« Reply #3 on: November 12, 2009, 11:03:15 PM »

Bukan yang pertama lho! Kamu salah tempat sih!namanya FF bersambung juga pasti ada C&C nya! Banyak juga yg udah komen.. Dan kalo komen jangan oneliner, ya! Baca peraturan dulu, donk!
Logged

RHi3™-Nesmee De~ViZ FLanKz [Raven's Tourist] RavenGood [Raven's PHoeNiX]




Ravenclaw is My Life...
Ravenclaw in My Life...
Ravenclaw is My House...


Potterix
Ravenclaw
HPI
**

Karma: +8/-20
Posts: 167


My live in the Dark


« Reply #4 on: November 12, 2009, 11:58:49 PM »

Maaf,dech..
Logged

Cool,handsome and smart.

Salam kenal,Potterix
Minerva_Lily_Granger
HPI
**

Karma: +1/-2
Posts: 27



« Reply #5 on: December 10, 2009, 01:02:16 AM »

Wah keren banget ini FF bersambung kesukaan aku
Logged

My live is you
Draco is Prince of Slytherin
And Hermione is Princes of Gryffindor
Rhienesmee™ Ravculletta [Raven's Tourist]
Ravenclaw
HPI
**

Karma: +45/-50
Posts: 508


Just me, Rhie-nesmee Ravengood [Holiday-ers]


WWW
« Reply #6 on: December 10, 2009, 02:35:51 AM »

@ minerva : Thanks... Tapi, kamu salah tempat. Harusnya kamu comment di C&C-nya. Kalo disini mengganggu aku ngelanjutin FF.
Logged

RHi3™-Nesmee De~ViZ FLanKz [Raven's Tourist] RavenGood [Raven's PHoeNiX]




Ravenclaw is My Life...
Ravenclaw in My Life...
Ravenclaw is My House...


Pages: [1]
  Print  
 
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.8 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC Valid XHTML 1.0! Valid CSS!

supported by : IndoLowonganKerja.com