Title :
FREAKY FRIDAY…Characters : Remus Lupin , Sirius Black , Mary (tokoh baru karangan kitaa....)
Genre : comedy? tragedy? ga tau deh... silakan nilai sendiri...

Rate : 13 ++
Di suatu Jumat malam, seorang pria dan seorang wanita sedang berkumpul di ruang duduk. Si wanita tampak sangat tegang dan gelisah, sementara pria yang duduk di depannya tampak lelah.
“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?”
“Remus, aku—aku hamil…” (si wanita berkata lirih, hampir tak terdengar)
“Oh… itu…” (Remus terdengar cuek, mengira wanita di depannya hanya bercanda)
“HAMIL, REMUS. I`M PREGNANT. Dan ini anakmu!!!”
“What??? Kamu yakin itu anakku? Maksudku—maksudku bisa saja kan… yeah, kau tahu…”
”Maksudmu, kau tak mau tanggungjawab???”
“Yeah, sori… maksudku bukan itu. Aku—aku hanya…”
“Huh! Dasar serigala gunung!”
“Tenang, sayang. Aku tidak bermaksud… oh yeah! Bravo! Selamat, kau hamil!!” (tersenyum dan teriak kikuk)
“Oh, tunggu sebentar… Aku jadi ragu. Anak ini milikmu atau Sirius???”
(bingung)
“Oh my God! Tidak! Tidak! Kau…?? Maksudmu dengan Sirius juga??? Aku pasti salah dengar…” (shock)
“Waktu itu… kau sedang menyamar di sarang manusia serigala, sayang. Oh, maafkan aku ya… waktu itu aku benar-benar…” (memohon, tampak gelisah)
(terdiam sesaat) “Aku tak tahu lagi apa yang harus aku katakan. Aku tak yakin lagi bagaimana perasaanku padamu sekarang…” (terdiam lagi kali ini cukup lama)
(menangis sesegukan) “Sekarang bagaimana? Aku tak mau anak ini lahir tanpa ayah. Kau masih mau menikahiku kan, Remus, sayang???”
“Jika kau sendiri bahkan tidak yakin siapa ayah anakmu, kau tidak bisa berharap lebih dariku. Kurasa sebaiknya kita melanjutkan hidup kita masing-masing.”
(membelalak kaget. Kemudian menyeringai lebar) “Gotcha! Ini sama sekali bukan anak Sirius, tahu. Kami sama sekali tidak dekat malah. Kau tahu, aku cuma bercanda kok,” (cekikikan)
(sama sekali tidak tertawa, memandang sangsi) “Ini bukan hal yang pantas untuk dicandakan, kalau kau belum tahu.” (suaranya dingin)
“Oh, maafkan aku, darling. Aku cuma kesal saja. Aku dengar si Tonks mengejar-ngejarmu,” (cemberut)
“Tak ada hubungannya dengan tindakanmu… Aku berharap ada penjelasan yang lebih masuk akal untuk tingkah konyolmu itu…”
“Oh, oke, baiklah,” (ekspresinya seperti mau menangis lagi) “Dengar, selama ini kau selalu sibuk dengan orde, aku juga cemburu, kau terlalu sering bersama si Tonks, kau jarang mengunjungiku, bahkan kau menganggapku bercanda saat kukatakan bahwa aku… hamil!!!!” (wajahnya merah padam)
(menghela napas, terdiam, memandang lebih lembut sekarang) “Kau lelah, aku juga lelah. Lebih baik kita bicarakan lagi masalah ini besok. Aku mau tidur. Kau juga sebaiknya tidur.” (beranjak pergi)
Besok paginya…
“Hoahm…” (menguap, memandang berkeliling dengan cemas, lalu mendengus lega) “Cuma mimpi… Siapa wanita itu? Mengerikan sekali… aku bahkan tidak pernah melakukan perbuatan bodoh seperti itu…”
“Kau sudah bangun, Remus?” (Sirius masuk lalu membongkar-bongkar laci meja di kamar Remus)
(Remus bangun, lalu bangkit ke kamar mandi sementara Sirius sibuk mencari-cari sesuatu di laci mejanya)
"Kau cari apa?"
"Bukan apa-apa. tidak penting. ya sudahlah, lebih baik kita sarapan sekarang." (Sirius beranjak keluar dari kamar. Kemudian Remus mengikuti Sirius turun ke dapur)
Di dapur...
“Kau tahu, aku bermimpi aneh semalam…”
“Oh ya?”
“Yeah, seseorang—OH TIDAK!!!” (sangat kaget, menutup mulutnya dengan tangan. Membelalak ngeri melihat wanita yang duduk di depan meja makan. Wanita dalam mimpinya semalam!!!!)
“Ada apa?” (Sirius menatap bingung Remus, lalu beralih ke wanita itu) “Kalian sudah saling kenal?”
(Remus mengacuhkan pertanyaan Sirius) “Siapa dia?”
“Oh, aku belum memperkenalkannya ya? Remus, ini Mary. Mary—Remus. Mary ini cucu dari saudara jauh Dumbledore.”
“Hai,” (Mary menyapa ramah, seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan Remus)
“Oh, hai…” (Remus menjabat tangannya dengan kikuk)
“Kau kenapa sih? Jangan bilang kau grogi bertemu wanita cantik.” (Sirius menyeringai pada Remus)
(Remus melotot sebal pada Sirius, kemudian duduk di kursi di hadapan wanita itu)
(Sirius mengangsurkan secangkir kopi pada Remus dan duduk di sebelah Mary) “Mary ini akan bergabung dengan Orde, dan untuk sementara dia akan tinggal disini, sampai Dumbeldore menemukan tempat yang tepat untuknya.”
(Remus yang sedang meminum kopinya langsung tersedak) “Uhuk! Uhuk!”
Mary yang duduk di depannya, pindah duduk di sebelah Remus dan menepuk-nepuk punggungnya pelan.
Remus semakin merinding ngeri. Apa lagi dekat-dekat dengan Mary… Remus merasa tangannya menjadi dingin dan berkeringat. Bagaimana… bagaimana kalau mimpi itu menjadi KENYATAAN!!!!
—The End—
Created by,
Anne Black `n
Iputz
Behind The Story...
Cerita ini hasil kolaborasi dari kita berdua.. Waktu itu kita lagi kuliah.
trus ngantuk deh... tiba-tiba Anne ngomong soal kehamilan gitu. Eh ujung2nya malah bikin dialog , Anne as Remus n Iputz as Mary... Ancur bgt deh wktu itu... ketawa2 ngakak... untung aja duduk di belakang jadi ga ketauan... hehehe
Oh iya kita tunggu ya Comment n Critics nya.... Thanks before...
