harrypotterindonesia.com
July 30, 2010, 11:26:26 AM *
Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length
News: Selamat datang di Forum HPI yang baru. Silahkan melakukan Registrasi untuk ikut berdiskusi di forum ini. Mari kita jaga Forum ini bersama.
 
   Home   Help Search Login Register  
Pages: [1]
  Print  
Author Topic: DUPORSENI at Hogwarts  (Read 678 times)
Dhien
Gryffindor
HPI
**

Karma: +68/-61
Posts: 228



WWW
« on: January 27, 2008, 08:58:21 AM »

DUPORSENI AT HOGWARTS

Timeline : Sama seperti PSH!
OOC : Banyak bangedh
Disclaimer : Semuanya bukan punya saya!!!

Siang itu anak-anak Gryffindor berkermun di depan papan pengumuman. Harry dan Ron yang baru keluar dari kamar langsung menerobos kerumunan itu. Sangat sulit menerobos kerumunan itu. Akhirnya setelah sampai di bagian depan, mereka berdua langsung membaca pengumuman itu.

Quote
Untuk semua murid asrama,
Tanggal 16 Oktober akan diadakan kegiatan DUPORSENI(Dua Pekan Olahraga dan Seni).  Tetapi berhubung Pentas Seni sudah dilaksanakan(baca FanFic PSH!), maka sekarang hanya ada Kegiatan Kesenian dan Olahraga.

Olahraga yang dipertandingkan adalah sebagai berikut :
­-Bulu tangkis
­-Berenang
­-Basket
­-Balap Lari

Acara akan diadakan pada :
Tanggal : 16-30 Oktober

Waktu : Pukul 07.00-19.00 setiap harinya.(Kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara)

Tempat : Lapangan Quidditch

Mohon dipakai pakaian yang sudah dikirim ke kamar masing-masing murid. Dan yang ingin mendaftar, akan langsung tercatat secara sihir. Daftar-daftar murid yang ikut akan selalu ditempel di papan pengumuman.

Terima kasih,

Tertanda,

Albus Dumbledore

Harry dan Ron nyengir. Bagaimana tidak, mereka masih teringat konyolnya penampilan mereka saat Pentas Seni. Mereka keluar dari kerumunan yang sepertinya semakin banyak yang melihatnya. Mereka melihat Hermione sedang membaca sebuah buku yang sangat tebal. Alis matanya berkerut serius. Harry dan Ron menghampirinya.

“Herm! Tahukah kau, bahwa..,”

“Ya, aku sudah tahu! Tentang DUPORSENI kan? Kau mau menanyakan aku akan ikut atau tidak? Tentu aku ikut, karena—kalian pasti tidak menyadarinya—semua olahraga yang dipertandingkan kan olahraga Muggle. Aku cukup jago dalam hal seperti itu. Dulu aku lumayan sering berolahraga bersama orangtuaku,”kata Hermione cepat.

“Tapi kau akan mengikuti cabang apa, Herm? Kupikir kau pasti akan kewalahan pada babak pertama pada satu cabang olahraga yang akan kauikuti, ya kan?"kelakar Ron. Hermione tersinggung.

"Diam, kau Ron! Akan kubuktikan padamu! Aku bisa SEMUA CABANG OLAHRAGA! Kenapa kau diam? Kau tidak bisa olahraga, KAN?"ejek Hermione. Nafasnya terengah-engah.

"Aku BISA OLAHRAGA! Akan kubuktikan kepadamu! Akan kuikuti SEMUA OLAHRAGA INI! PUAS!"bentak Ron tak kalah keras. Hermione tersentak sedikit. Nampaknya dia kaget Ron bisa sekasar itu kepadanya.

"OKE!"balas Hermione sambil menutup bukunya dan berlari ke kamarnya. Wajahnya memerah seperti menahan tangis. Harry yang dari tadi jadi obat nyamuk saja mulai bergerak. Dia menoleh ke arah Ron. Ron menampakkan raut muka menyesal. Ia menutup mukanya dan terduduk.

"Argh.. Mengapa aku mengatakan hal sekeras itu? Ron bodoh.. Bodoh, bodoh, bodoh..,"gumam Ron. Dia menghantamkan kepalanya ke kepalan tanganny seperti Dobby.

"Ron..,"panggil Harry. Ron mendongak. Wajah Ron merah.

"Harry, kenapa aku begitu bodoh? Kenapa aku malah membentak Hermione? Dan kenapa aku menyetujui tantangannya? Aku sudah tahu kemampuanku dalam berolahraga. Kenapa? Kenapa?"sesal Ron. Harry menunduk, ikut merasakan kesedihan sahabatnya.

Di kamar Hermione..

"Hiks.. Hiks.."tangis Hermione. Dia sedih mengingat kata-katanya tadi. Dia sedih mengingat betapa susah emosinya diredam. Tapi yang paling menyedihkan adalah, Ron membentaknya. Dia kaget ketika Ron berteriak padanya. Setelah puas menangis selama 2 jam, dia berjalan ke kamar mandi. Ia berkaca. Ia berharap yang ditemukaan di kaca adalah sosok Hermione yang ceria, kuat, dan segar. Tapi yang ditemukannya di kaca itu hanyalah bayangan gadis dengan rambut acak-acakkan, mata membengkak, bekas air mata dimana-mana, dan wajah yang lesu.

"Uh, ini diriku? Jelek sekali.."kata Hermione lalu pergi mandi. Setelah mandi ia mencuci muka dan memakai sedikit bedak untuk menyamarkan bekas-bekas air mata dan bengkak matanya itu, namun hanya bisa tersamarkan sedikit. Dia lalu keluar kamar mandi dan melihat baju yang harus dipakainya besok. Ada baju olahraga berbahan katun dan celananya yang berwarnaa hitam. Ada pula satu tempat raket yang disediakan pihak sekolah untuk masing-masing murid. Untunglah Hermione membawa baju renang sendiri. Padahal awal mulanya pada saat ia sedang berkemas dulu di rumahnya, entah mengapa ia tergoda untuk memasukkan baju renangnya ke tasnya. Ternyata firasat seorang Hermione benar. Ia menghela nafas panjang.

PS : Ini cuma cerita tidak jelas yang iseng-iseng ku-post-kan disini. Baca nd' kasih komen di tret (C&C) DUPORSENI at Hogwarts ya..
Nd lanjutannya juga belum bisa sekarang.. Tidak tahu, nih. Error terus. Maaf ya..
« Last Edit: February 02, 2008, 11:03:54 AM by Dhien Lhea Charavell » Logged

--Kembali ke pemegang akun asli.
harrypotterindonesia.com
« on: January 27, 2008, 08:58:21 AM »

 Logged
Pages: [1]
  Print  
 
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.8 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC Valid XHTML 1.0! Valid CSS!

supported by : IndoLowonganKerja.com